Nama Gubernur Kalbar Dicatut, Minta Uang Hingga Rp 1 Miliar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Nama Gubernur Kalbar Dicatut, Minta Uang Hingga Rp 1 Miliar

tertipu-ritual-uang-balik1

FAJAR.CO.ID, KALBAR – Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis gerah. Ada oknum-oknum tak bertanggungjawab yang mengatasnamakan dirinya dan meminta uang hingga ratusan miliar rupiah untuk pengurusan izin usaha pertambangan galian C.

“Isu yang berkembang di lapangan gubernur minta Rp 400 juta, Rp 1 miliar, sekian miliar. Itu tidak benar,” ujar Cornelis dengan suara keras di hadapan bupati, walikota, satuan kerja perangkat daerah, serta Forkompinda di Hotel Kapuas Palace, seperti dilansir Kalteng Post (Fajar Group).

Pengambilalihan kewenangan berkenaan dengan tambang galian C dari pemerintah kabupaten kepada pemerintah provinsi ini sesuai amanat undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah.

Cornelis mengatakan, ada mekanisme dalam pengurusan izin usaha pertambangan galian C tersebut. Seseorang yang ingin memperoleh izin bisa mengajukan permohonan izin wilayah usaha pertambangan dan mendaftar ke kementerian terkait.

Kemudian dikeluarkan izin wilayah usaha pertambangan. Setelah itu baru terbit izin usaha pertambangan. Penerbitan izin tak memakan waktu lama, sepanjang memenuhi persyaratan sesuai peraturan yang berlaku.

Jikapun ada ongkosnya, hanya sekitar Rp5 juta. Ongkos ini tak disetor kepada gubernur, melainkan kepada pemerintah melalui institusi yang ditunjuk yakni Kantor Pos.

Menurut Cornelis, adanya oknum-oknum yang mengatasnamakan dirinya diketahui ketika ada saudaranya yang bertanya mengenai pertambangan galian C. Selama ini sang saudara tak pernah datang kepadanya. Lantas Cornelis pun menginterogasi secara detil.

“Saya interogasi habis-habisan. Ternyata ada orang mau bikin usaha tambang galian C diminta hingga Rp400 juta. Nyaman saja menjual nama gubernur,” kata Cornelis.

Cornelis juga mengklarifikasi isu lainnya. Kabar yang berkembang mengatakan dirinya memiliki kebun sawit hingga ratusan ribu hektar.  “Tak ada itu. Ini baru mau buat, 80 hektar dari dana pensiun saya,” timpal Cornelis. (uni/yuz/JPG)

loading...
Click to comment
To Top