Pernikahan Donjuan Tak Direstui, Kini Hidup Berantakan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Pernikahan Donjuan Tak Direstui, Kini Hidup Berantakan

FAJAR.CO.ID, SURABAYA –  Pernikahan Donjuan, 26 dan Karin, 23 sebenarnya sudah ditolak oleh orang tua. Segala cara ditempuh orang tua Donjuan untuk  menjodohkannya dengan wanita lain. Termasuk minta pertolongan dukun, supaya Donjuan tak mau dengan Karin. Namun, cinta tetap lengket hingga ke jenjang pernikahan pada awal 10 Maret lalu. 

Donjuan sangat mencintai Karin. Keduanya langsung ngekos di kawasan Gubeng. Cinta keduanya kokoh tak tertandingi. Baik orang tua Karin maupun Donjuan tidak mau menampung keduanya. 

Kedua orang tua Donjuan enggan menerima Karin sebagai menantu. Sebaliknya, orang tua Karin juga sakit hati dengan keluarga Donjuan. Orang tua Karin sakit hati atas penghinaan keluarga Donjuan. 

“Kayak Ahmad Dhani dan Maia, pernikahan saya tidak pernah disetujui orang tua,” kata Karin di sela-sela konsultasi gugatan cerainya di Pengadilan Agama, Klas 1A Surabaya, Kamis (14/4). 

Dengan wajah kusut bak baju yang belum disetrika, Karin tak pernah menunjukkan senyum ke orang-orang yang melihatnya. Dia justru tampak kesal dan melabrak orang yang melihatnya.

Keputusan Karin mengajukan gugatan cerai itu cukup berat. Karena, keduanya sudah berpacaran sejak SMA. Akan tetapi, apalah daya, masa pernikahan yang diarungi tak semanis waktu pacaran. 

Karin merasa rumah tangganya lebih banyak diwarnai pertengkaran. Ada saja pemicu pertengkaran. Dari mulai pembahasan kebencian kedua orang tua mereka. Masalah ketidakcocokan tidur di atas ranjang sampai baju. 

Misalnya, Karin memasakkan atau membuat kopi terlalu lama. Seketika pula Donjuan datang dan langsung melempar kopi. Setelah marah, Donjuan keluar rumah hingga seharian.

Tak hanya cekcok mulut, pertengkaran itu bahkan menimbulkan kekerasan dalam rumah tangga. Donjuan sering memukul Karin. Begitu pula Karin hobi mencakar Donjuan. Bahkan, tudingan KDRT itu pernah sampai ke kepolisian. Pada awal April lalu, Karin melaporkan KDRT ke Polsek Genteng. Sayngnya, Donjuan meminta maaf dan akhirnya laporan tersebut dicabut. 

“Suami berubah pol setelah menikah. Dulu waktu pacaran, baik banget. Tidak pernah ngomong kasar. Sekarang ngomong kasar kayak camilan tiap waktu dan hari,” kata wanita yang bekerja sebagai marketing di salah satu pabrik gas tersebut. 

Entah apa yang membuat Donjuan berubah jadi pemarah. Padahal, sebelumnya menikah, Donjuan romantis abis. Donjuan tidak pernah sekali pun marah. Donjuan tidak pernah membuat Karin sedih. 

“Dulu jangankan marah. Suruh ngambil barang saja tidak pernah. Sekarang saya seperti pembantu,” kata Karin. Dari konsultasi dengan para pengacara, beberapa pengunjung dan pengacara memberitahu bila perubahan Donjuan itu bisa dari pengaruh dari mertua atau orang tua Donjuan. (umi hany/no)

Click to comment
To Top