Wow! Disini Negara Kasih Libur Panjang untuk Wanita Hamil di Luar Nikah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Internasional

Wow! Disini Negara Kasih Libur Panjang untuk Wanita Hamil di Luar Nikah

hamil
ilustrasi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Pemerintah Singapura mengeluarkan aturan baru soal izin cuti wanita hamil dan bersalin. Jika sebelumnya yang mendapatkan jatah cuti 16 pekan atau sekitar 4 bulan hanya wanita hamil yang menikah. Namun mulai tahun depan aturan itu juga berlaku untuk wanita hamil tanpa menikah.

“Ini untuk mengurangi kerugian yang dihadapi anak-anak mereka,” ujar Tan Chuan-jin, Menteri Sosial dan Pengembangan Keluarga, di Parlemen Singapura, Selasa (12/4/16), seperti diberitakan asiaone dan dilansir olehsingapuratekini.

Selama ini, wanita hamil yang tidak menikah hanya mendapat jatah cuti selama delapan pekan atau dua bulan saja.

Selain itu, anak-anak dari ibu yang tidak menikah juga akan mendapat perlakuan sama, yakni bisa mendapatkan Account Perkembangan Anak (CDA). Mereka juga mendapatkan hibah CDA tahap pertama sebesar $ 3.000, seperti yang diumumkan Menteri Keuangan Singapura, Heng Swee Keat.

Kendati jatah cuti ibu hamil tanpa menikah itu akan diberlakukan mulai 2017 mendatang, namun Mr Tan mengatakan, anak-anak dari ibu yang tidak menikah sudah dimasukkan dalam skema CDA dari kuartal ketiga tahun 2016 ini.

“Manfaat ini berguna dalam memenuhi kebutuhan anak selama dalam masa pengasuhan atau perkembangan,” kata Mr Tan.

Perubahan aturan tersebut dibuat karena pemerintah bersimpati kepada orang tua yang  menghadapi kesulitan membesarkan anak-anak mereka sendirian tanpa dukungan keluarga.

Namun Mr Tan menggaris bawahi bahwa perubahan aturan dengan memberikan banyak manfaat bagi ibu hamil dan anak-ananya, yang belum diikat tali pernikahan, bukan berarti mencegah mereka untuk tidak menikah.

Justeru sebaliknya, Mr Tan mendorong orangtua yang hamil maupun yang punya anak namun belum diikat pernikahan yang sah, agar segera menikah, sehingga bisa membina rumah tangga dan membesarkan anak-anaknya secara bersama-sama.

Selain itu, kata Mr Tan, menikah merupakan norma sosial lazim yang terus didorong pemerintah.(seanyap@sph.com.sg/asiaone/singapuraterkini/nur)

loading...
Click to comment
To Top