Istri Pengacara Bantah Berbuat Mesum, Begini Komentarnya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Istri Pengacara Bantah Berbuat Mesum, Begini Komentarnya

tamu-pak-andi-8

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR, — Syentia Dewi yang dilapor oleh suaminya ke Polres Gowa terkait kasus perzinahan, mengungkap pengakuan berbeda. Ia menyebut dirinya dipaksa mengaku telah berbuat mesum oleh Thamrin, suaminya yang juga seorang pengacara, saat diperiksa di Mapolres Gowa.

”Saya tidak selingkuh. Apalagi dituduh berbuat mesum. Malah sebaliknya yang terjadi. Saya dianiaya dan dipaksa mengaku melakukan hal itu. Bahkan sampai saat memberikan keterangan di polisi, saya dianiaya (ditendang) dan dipaksa mengaku berbuat mesum. Lillahi taala, Pak,” kata Syentia melalui telepon selular, Minggu (17/4).

Dari balik telepon, perempuan yang berstatus staf PNS pada sebuah perguruan tinggi negeri di Makassar ini, menceritakan semua kejadian yang dialaminya.

”Waktu itu saya berada di sebuah rumah kontrakan. Sekitar pukul 08.00 Wita saya salat Dhuha. Tak lama kemudian Pak Gunyamin menelpon untuk mengembalikan mobil saya. Sekitar setengah sembilan pagi, Pak Gunyamin datang kerumah. Waktu itu kami juga janjian ketemu untuk membicarakan sebuah pekerjaan (bisnis),” terangnya.

Setibanya di rumah kontrakan Perumahan Citra Garden Blok E6, Syentia mempersilakan Gunyamin masuk ke dalam rumah. Mereka kemudian berbincang bincang. Selang beberapa menit kemudian, Gunyamin meminta peralatan salat untuk menunaikan salat Dhuha.

“Saat Pak Gunyamin salat, saya keluar rumah menuju mobil untuk mengambil berkas-berkas yang dibutuhkan. Jadi saya tidak berada di dalam rumah waktu itu. Saat itulah Thamrin datang dan menghampiri saya di mobil dan melakukan penganiayaan. Saya dipukuli langsung dan ditendang,” bebernya.

Selanjutnya, tambah ibu dua orang anak dari pernikahannya dengan Thamrin ini, suaminya itu langsung masuk ke dalam rumah sambil membawa batu. ”Saya tidak tahu apa yang terjadi di dalam rumah. Tiba-tiba pak Gunyamin berlari keluar dikejar Thamrin,” kata Syentia lagi.

Usai mengejar Gunyamin namun tiak berhasil didapat, Thamrin kembali menemui istrinya dan menyeretnya masuk ke dalam rumah.

“Di dalam rumah saya kembali mendapat perlakuan kasar. Dipukuli dan ditendang oleh Thamrin. Usai melakukan penganiayaan, Thamrin pergi dan membawa tas milik Pak Gunyamin (di dalam tas ada uang US$ 14.800 atau sebesar Rp180 juta dan dokumen penting lainnya),” ungkap Syentia.

Saat Thamrin keluar, Syentia langsung ke kamar mandi. Tiba-tiba suaminya itu kembali masuk ke dalam rumah dan menyiksanya.

”Saat ditarik keluar dari kamar mandi saat itulah saya difoto oleh Thamrin memakai daster. Mukenah saya kan sudah saya lepas. Foto setengah badan saya dililit handuk itulah yang kemudian dijadikan bahan saya dikatakan selingkuh. Semua yang saya ceritakan ini, sama dengan yang saya sampaikan ketika di BAP di Polres Gowa,” jelasnya.

Tidak sampai disitu perlakuan yang didapat Syentia. Usai diambil gambarnya dan disiksa, ia kemudian diseret masuk ke dalam kamar dan dikunci dari luar.

“Kurang lebih setengah jam, Thamrin kembali ke rumah bersama teman-temannya. Mereka kemudian membawa saya ke kantor Polres Gowa. Saat di polres saya dipaksa mengaku melakukan pebruatan mesum. Bahkan dia (Thamrin) masih menganiaya saya di depan polisi.

Saya ditendang di bagian pinggang, Pak. Semua tindakan penganiayaan itu membuat tubuh saya terluka. Ada bukti visumnya,” terang Syentia lagi.

Ia berharap pihak kepolisian berbuat adil dalam mengusut kasus yang dialaminya. Sebab Syentia telah melaporkan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialaminya.

”Sebenarnya kami ada konflik dalam rumah tangga, Pak. Saya selalu dianiaya. Thamrin itu kasar. Usia empat tahun pernikahan kami, saya sudah dianiaya,” tuturnya, sedih.

Terpisah, pengacara Bunyamin M Yazid, masing-masing Abu Muslim,SH bersama rekannya Arman,SH dan Ilham Arjuna,SH menyebutkan bahwa apa yang dialami kliennya bukan kasus tunggal. Ada tiga tindak pidana lainnya yang dilakukan pelapor, yang telah dilaporkan ke Polres Gowa.

”Jadi apa yang dialami klien kami bukan kasus tunggal. Melainkan ada tiga kasus lain yang dilakukan oleh pelapor. Yaitu penganiayaan, perampasan tas berisi uang dollar, serta KDRT terhadap istrinya,” jelas Abu Muslim, kemarin.

Untuk itu, ia mendesak penyidik Polres Gowa untuk tidak hanya fokus terhadap proses hukum perzinahan yang dialamatkan kepada kliennya. Tapi juga harus memproses kasus penganiayaan, perampasan yang dilaporkan Bunyamin, serta KDRT yang diadukan istri pelapor.

”Kasus ini masih sementara berproses. Belum ada yang jadi tersangka. Pelapor merupakan pengacara yang tahu prosedur hukum. Ini kasus belum ada keputusan tetap. Jadi biarlah berjalan sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya.

Sebenarnya, menurut Abu, selama proses hukum berlangsung di Polres Gowa, kliennya telah menjalani prosedur yang berlaku. Dia sudah dimintai keterangannya. Juga melakukan tes DNA sebagai jawaban dari desakan pelapor.

”Thamrin kan mengaku menemukan sampel sewaktu di rumah kontrakan itu. Sampel tersebut juga diambil polisi. Dia meminta agar dilakukan tes DNA untuk mencocokan sampel yang ditemukan. Tes DNA dilakukan di RS Bhayangkara. Thamrin juga ada saat itu,” terangnya.

Ditanya soal tudingan kliennya telah menikah siri dengan Syentia, Abu kembali membantahnya. Menurutnya, antara Gunyamin dan Syentia murni karena hubungan bisnis. Keluarga Gunyamin juga mengetahui relasi kerja antara keduanya. (bkm/Fajar)

loading...
Click to comment
To Top