Jika Jadi Ketum Golkar, Arilangga: Harus Ada Maksimal Perioderisasi Anggota DPR/DPRD – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Politik

Jika Jadi Ketum Golkar, Arilangga: Harus Ada Maksimal Perioderisasi Anggota DPR/DPRD

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Bakal calon ketua umum partai Golkar, Airlangga Hartarto mengungkap bahwa dari 91 anggota DPR dari fraksi partai berlambang pohon beringin itu, sekitar 43 persen sudah berulang kali jadi anggota DPR. Sisanya? Sekitar 57 persen, berasal dari anak gubernur, bupati atau istri kepala daerah.

Data tersebut menurut Airlangga mengindikasikan bahwa kompetisi antarkader tidak berjalan secara sehat dan berimbang, sebab hanya memunculkan wajah-wajah lama (43 persen) dan yang 57 persennya lagi karena faktor jabatan kerabat di daerah.

“Kalau saya terpilih jadi Ketua Umum Partai Golkar, untuk memunculkan kader-kader baru yang lebih muda, akan dirumuskan berapa kali seorang kader dibolehkan untuk jadi anggota DPR atau DPRD. Harus ada maksimal periodesasinya,” kata Airlangga, dalam diskusi “Babak Baru Partai Politik Di Indonesia”, di Jenggala Center, Jakarta Senin (18/4).

Sejalan dengan pembatasan masa jabatan kader Golkar di Dewan lanjutnya, DPP juga mendorong program percepatan pembangunan entrepreneurship. “Kalau selama ini sebuah program entrepreneurship itu bisa dirasakan keberhasilannya dalam waktu 15 tahun, DPP harus mendorong menjadi lima tahun saja,” ujar Airlangga.

Dia menjelaskan, dalam konteks berkontribusi terhadap pembangunan bangsa, tidak ada keharusan seorang kader di Golkar untuk jadi anggota dewan atau kepala daerah. “Kalau Golkar bisa mencetak entrepreneurship dan membuka lapangan kerja, itu juga terhormat karena akan mengurangi jumlah pengangguran di negeri ini,” tegasnya.

Melalui pencetakan entrepreneurship di bidang ekonomi ini lanjut anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Barat V ini, Golkar bisa secara mandiri menkongritkan komitmennya terhadap pemberdayaan UKM. 

“Selama ini pemberdayaan UKM ini baru sebatas wacana dan sulit diimplementasikan karena Golkar tak punya kader yang fokus melakoninya. Jadi harus ada strategi baru mengangkat UKM ini,” sarannya. (fas/jpnn)

Click to comment
To Top