Waduh, Kades di Daerah Ini Positif Konsumsi Narkoba – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Waduh, Kades di Daerah Ini Positif Konsumsi Narkoba

FAJAR.CO.ID, ENREKANG, — Seorang kepala desa (kades) di Kabupaten Enrekang Sulawesi selatan (Sulsel), tertangkap dalam kasus penyalahgunaan narkoba. DS yang merupakan Kades Botto Mallangga, Kecamatan Maiwa diciduk bersama tujuh temannya, masing-masing PY, SS, IM, WD, MD, SY dan AW.

Ketika penangkapan berlangsung, Sabtu (16/4) malam, kades yang sudah lama masuk target operasi (TO) dan tujuh rekannya itu tengah duduk-duduk di rumah salah seorang warga sekitar Pasat Maroangin, Kecamatan Maiwa. Mereka diciduk oleh anggota Intel Polres Enrekang bekerjasama Polsek Maiwa.

Sayang, seperti disampaikan Kapolres Enrekang, AKBP Leo Joko Triwobowo, tak ada barang bukti narkoba yang ditemukan. Yang ada hanya alat isap sabu. Itupun setelah Satuan Intel melakukan penggeledahan yang cukup lama di rumah tersebut.
”Kita tidak temukan sabu-sabu. Yang ada hanya alat isap sabu dan dijadikan sebagai barang bukti,” ujar Kapolres, Minggu (17/4).

Meski tidak menemukan barang bukti sabu, polisi tetap melakukan tes urine terhadap delapan orang itu. Hasilnya, tujuh diantaranya dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Termasuk Kades Botto Mallangga. Sementara satu lainnya negatif, yakni AW.

”Kades ini sudah lama memakai. Bahkan menurut informasi, sebelum saya bertugas sebagai kapolres di sini, dia sudah lama diincar,” terang Leo Joko.

Terkait keterlibatan sang kades dalam penyalahgunaan narkotika, Kapolres berencana menyurati Bupati Enrekang. Sementara yang lainnya, pihaknya akan melakukan pemeriksaan dan pengembangan. Karena di kabupaten tetangga, pengungkapan kasus narkoba tengah digenjot. Dikhawatirkan, peredarannya beralih ke Enrekang.

Sebagai Kapolres, Leo Joko menyatakan Enrekang kini siaga satu untuk kasus narkoba. Hal itu ditempuh karena di wilayah Sidrap dan Pinrang semakin banyak bandar narkoba yang tertangkap.

Kepala Kantor Badan Pemerintahan Desa (Bapemdes) Enrekang, Arifin Bando yang dihubungi terpisah, mengaku baru mengetahui informasi tersebut dari media. Meski begitu, dia sangat menyayangkan kejadian ini. Sebab, kata dia, seorang kepala desa seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Namun sebaliknya, dia justru terlibat mengonsumsi narkoba.

”Saya baru tahu kalau ada kepala desa yang terlibat narkoba. Kalau memang seperti, sangat disayangkan. Seorang kepala desa itu harus memberi contoh yang baik kepada masyarakat. Bukannya justru menggunakan narkoba,” cetusnya. (bkm/Fajar)

Click to comment
To Top