Tamara tahu Pria yang Menganiayanya di Bali: Orang itu Sering Mengamcan Saya dan Anak Saya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hiburan

Tamara tahu Pria yang Menganiayanya di Bali: Orang itu Sering Mengamcan Saya dan Anak Saya

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- WS, sang penganiaya ternyata sudah dikenal Tamara. Enam bulan lalu, teman Ta­mara juga diani­aya oleh WS.

Bleszyn­ski (41) bikin geger. Lewat akun Insta­gramnya, @tama­rableszynskiofficial, artis dan model senior ini curhat mengalami penganiayaan di Bali, Kamis malam lalu.

Tamara menyatakan, dia sedang berada di Kantor Polsek Kuta Utara, Bali. Ia melaporkan penganiayaan yang dilaku­kan oleh seseorang yang memiliki nama berinisial WS.

“Orang tersebut, terus-menerus men­gancam saya dan anak saya di Echo beach, Canggu,” tulis Tamara.

Menyertai pernyataannya itu, Duta Tinju Indonesia ini mengunggah pula kolase foto yang menunjukkan bahwa dirinya sedang berada di Kantor Polsek Kuta Utara.

Pada Jumat dinihari, pukul 00.00 Wita, Tamara yang didampingi seorang pria asing dan anggota Buru Sergap datang ke Rumah Sakit Bhayangkara Trijata, Denpasar. Artis berdarah Polandia dan Sunda itu melakukan visum atas peristiwa yang menimpanya.

Seusai visum di ruang Instalasi Gawat Darurat RS Bhayangkara Trijata pukul 00.13 WITA, Tamara yang mengenakan kaus putih dengan bawahan kain khas Bali berwarna cokelat enggan banyak berkomentar.

“Ya, ini masih proses,” katanya saat ditemui wartawan.

Mantan istri Mike Lewis itu tampak ogah banyak bicara. Jalannya semakin cepat sambil beberapa kali menundukkan kepala. Bersama pria asing yang men­emaninya, Tamara bergegas memasuki mobil bernomor polisi DK-1234-KU. Ketika ditanya soal bagian mana yang diperiksa untuk visum, Tamara ogah menjawab sambil terus berjalan. “Sudah diperiksa, tapi hasilnya belum,” tuturnya sambil tersenyum.

Balik ke Instagram. Tamara pun dengan sigap langsung menyebar sketsa wajah pelaku penganiayaan. Lelaki yang kurang lebih punya badan tegap itu berpotongan cepak dengan belahan samping.

Tamara pun menitipkan pesan agar masyarakat Bali lebih berhati-hati kala sedang bepergian terutama ke daerah Canggu. “Waspada! Ini ciri-ciri dari pelaku tindakan premanisme di Echo Beach Canggu. Sering terlihat mengen­darai sepeda motor di jalan Batu Mejan, Echo Beach, Canggu,” tulisnya di caption foto tersebut.

Aksi bintang film Cicakman 2 dan Air Terjun Pengantin ini pun menuai pujian dan ucapan terima kasih dari netizen. “Prihatin, sebagai warga yang tinggal di Bali kami minta maaf atas kejadian ini, semoga aparat bisa menangkap pelaku tersebut, have to be careful always,” tulis @yanibelko. “Semoga selalu dilindungi oleh Yang Di Atas ya mbak,” lanjut akun ulfahulfah62. “OMG.. Semoga mbak Tamara & Kenzou aman dalam lindungan Tuhan dan polisi,” tulis akun anwar_sugiono.

Kapolsek Kuta Utara, Kompol Wayan Artha Ariawan, menyatakan, awal mula kejadian penganiayaan itu terjadi Kamis lalu sekitar pukul 19.20 WITA. Tepatnya, di Jalan Raya semat, Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali.

Wayan Artha menuturkan, korban men­galami penganiayaan dijambak rambut­nya oleh WS menggunakan tangan kiri. Saat itu, korban dibonceng oleh teman korban (saksi).

Dan terlapor juga berboncengan den­gan seseorang temannya, yang sudah membuntuti korban dari Jalan Paping hingga di pertigaan Jalan Semat.

“Korban dijambak rambutnya sekali saja dan ada kata-kata yang kurang patut terhadap korban oleh terlapor,” ungkap­nya, kemarin.

Terlapor meneriaki korban dengan kata kata, “Kamu Punya Karma di Bali”.

Sehingga korban merasa ada sakit dan pusing di kepala sebelah kanan, yang akhirnya berhenti di warung dagang kaki lima.

Ternyata, WS dan temannya datang kembali dan pada saat itu teman WS juga sempat hendak turun dari motornya dengan gerakan hendak memukul

Saat itu juga, Tamara bersama teman­nya langsung kabur dan melaporkan kejadian ke Polsek Kuta Utara.

“Terlapor sudah diketahui. Kami masih dalami untuk pembuktian. Saksi dan bukti visum masih menunggu untuk pembuktian,” tukas Wayan Artha.

Adapun WS sebagai terlapor sebe­narnya sudah kenal dengan Tamara. “Sejak semalam, kami sudah telusuri TKP. Memang ada beberapa saksi,” kata Wayan Artha.

Dia menambahkan, seorang teman Tamara juga mengalami kekerasan dari WS, enam bulan lalu.

“Memang pernah terjadi juga peris­tiwa penganiayaan. Yang jadi korban teman Bu Tamara. Bu Tamara hanya sebagai saksi saat itu, oleh terlapor yang sama. Terlapor warga lokal,” tambah­nya. (rmol)

Click to comment
To Top