Wacana Mahar Munaslub, Semangat Syahrul YL Mulai Kendur – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Wacana Mahar Munaslub, Semangat Syahrul YL Mulai Kendur

SYL1

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR- Semangat Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL), untuk bertarung sebagai Calon Ketua Umum (Caketum) di Musyawarah Nasional (Munas) Partai  Golkar, mulai kendur seakan tidak percaya lagi dengan kredibilitas Steering Commitee (SC) dan panitia pelaksana Munas Golkar. SYL bahkan akan mundur dari pencalonan jika panitia menetapkan iuran atau mahar politik kepada para caketum.

Ketua Komite Program Munas Golkar Samsul Bahri telah menegaskan, jika iuran atau mahar politik yang dimaksud tersebut adalah sebuah bentuk loyalitas kader kepada partai. “Nilai 20 miliar yang disebut-sebut sebagai mahar calon ketua umum bukanlah angka yang disepakati.

Persoalan itu masih kami komunikasikan terkait berapa angka idealnya, intinya itu adalah bentuk loyalitas kader kepada partai,”ungkap Samsul bahri. Menanggapi itu, SYL memastikan dirinya tidak akan maju sebagai Caketum.

Apalagi jika penundaan jadwal Munas karena terkait dengan belum adanya kesepakatan mengenai besaran mahar tersebut. “Kalau untuk maju di Munas Golkar itu harus pakai bayar-bayaran, pasti saya mundur.

Kalau kau mau jadi pemimpin dan itu harus bayar dulu, saya tidak setuju. Saya akan mundur,” tegas Syahrul, Senin (18/4) SYL menambahkan, ia bersama beberapa kandidat lain juga sedang menginisiasi dan mendesak pelaksanaan Munas.  “Kami lagi atur dan bahas itu. Kalau mereka tidak mau munas juga, kita paksakan munas di Makassar saja,” terangnya. 

Sebelumnya, Gubernur Sulsel itu menengarai ada upaya calon lain untuk menguatkan strateginya menghadapi Munas. SYL menyadari jika orang-orang Golkar sangat kuat berpolitik sehingga strategi-strategi pemenangan akan diatur sebaik-baiknya.

“Munas harus diselenggarakan dengan cara elegan dan bersih tanpa ada embel-embel money politik,” imbuhnya. Sementara itu, hingga saat ini, belum ada jadwal pasti mengenai pelaksanaan Munas Golkar, yang rencananya akan digelar di Bali.

Sebelumnya, ajang untuk memilih ketua umum partai beringin rindang ini direncanakan digelar 7-9 Mei. Namun, minggu lalu, SC Munas Golkar kembali mengumumkan jika diundur 17-19 Mei.

Namun ternyata, lagi-lagi, jadwal itu diundur menjadi 25-27 Mei. “Cuma Tuhan yang tahu itu kapan Munas Golkar. Kalau keluar suratnya, belum tentu juga dilaksanakan,” kata SYL pesimistis, Senin (18/4).

Ia mengaku bingung dengan cara kerja SC yang terus menerus menunda-nunda pelaksanaan Munas Golkar. Ketua Tim Pemenangan Lokal SYL, HM Roem mengatakan, persoalan mahar yang saat ini santer diberitakan masih sekedar wacana.

Menurutnya, ketika hal itu benar adanya maka akan merepotkan apa lagi jika nominalnya besar. “Terkait mahar kan itu masih sekedar wacana, tapi ketika itu memang benar itu bisa merepotkan nantinya. Apalagi kalau nominalnya besar, dan yang maju ini kan pejabat negara yang tentu sudah melaporkan harta kekayaannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, alasan adanya mahar terhadap calon itu dikarenakan anggaran pelaksanaan Munaslub, itu kurang tepat. Ia menilai, jika anggaran pelaksanaan Munaslub memang kurang, maka itu merupakan tanggung jawab seluruh kader bukan hanya calon.

“Saya kira alasan adanya mahar terhadap calon itu kurang tepat, sebab jika memang seperti itu, maka itu merupakan tanggung jawab seluruh kader, bukan hanya calon,” tandasnya.

Ketua bidang opini dan visi misi Tim Pemenangan SYL, Farouk M Betta mengatakan SYL akan konsisten akan mundur jika ada mahar dalam pencalonan. Menurutnya, ia prihatin jika nantinya mahar tersebut memang dipungut pada semua calon yang akan maju pada Munaslub.

“Pak SYL itu akan konsisten mundur dan kita tidak bisa tahan karena itu persoalan prinsip, terus terang saja, apa jadinya nantinya musyawarah pada tiap tingkatan partai yang ada di bawah jika ada bayar-bayaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, SYL maju sebagai calon ketua umum bertujuan untuk mengembalikan marwah dan kejayaan partai. Menurutnya, SYL tidaklah tergila-gila dengan posisi ketua umum golkar.

“Pak SYL itu maju hanya karena untuk mengembalikan kejayaan partai dan untuk memperbaiki dari segala bentuk adopsi pragmatis,”papa Farouk. Sementara itu, Pakar Politik Universitas Hasanuddin Aswar Hasan mengatakan, jika benar nantinya SYL mundur dari pertarungan kosong satu DPP Golkar, maka hal tersebut merupakan sikap moral dan konsistensi SYL untuk tidak memerangi politik tanpa uang.

Saya kira itu adalah sikap konsisten yang ditunjukkan SYL untuk tidak menerima adanya mahar pada Munaslub,” ucapnya. Ia menambahkan, bisa jadi mahar tersebut merupakan agenda calon lain yang secara materi lebih hanya untuk menyingkirkan SYL dalam arena pertarungan Munaslub.

Oleh karena itu, kata dia, mestinya SYL melawan hal tersebut untuk dihilangkan. “Bisa saja itu ada indikasi calon lain untuk menyingkirkan calon lainnya, sehingga Pak SYL sebaiknya melawan agar syarat itu dihilangkan,” ujarnya.

Masih kata Aswar, jika mahar politik tersebut diusulkan oleh DPP maka hal tersebut mengindikasikan adanya kekurangan anggaran pada pelaksanaan Munaslub. Bukan hanya itu, ia menilai DPP sudah tidak lagi sensitif terhadap isu moralitas dan politik uang.

“Jika mahar ini diusulkan oleh DPP, itu bisa jadi dikarenakan kekurangan anggaran. Namun disisi lain, DPP juga tidak sensitif lagi pada nilai-nilai moral dan politik uang,”demikian kata Azwar. (E/Rakyatsulsel/Fajar) 

loading...
Click to comment
To Top