Widiih..! Politisi PDIP Ini Masuk DPO – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Widiih..! Politisi PDIP Ini Masuk DPO

tangkap-borgol-140202b

FAJAR.CO.ID, MAROS, – Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros Sulawesi Selatan,  menetapkan mantan Calon Legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Alfitra Sandeli dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus dugaan korupsi proyek pembangunan bedah rumah.

Program Bedah Rumah dari Kementerian Perumahan tahun 2012-2013 tersebut mulai ditelisik pihak Kejari Maros setelah terindikasi menimbulkan kerugian negara sampai ratusan juta.

Kepala Seksi Intelijen (Kasiintel) Kejari Maros, Hary Surahman mengatakan, kasus korupsi yang bedah rumah yang diproses kejaksaan sudah ketingkat penyidikan dan menetapkan Alfrida sebagai tersangka. Politisi PDIP itu resmi tersangka, setelah dikuatkan dua alat bukti.

“Penyidik sudah tiga kali melayangkan surat panggilan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi proyek bedah rumah. Tapi sampai hari ini tersangka tidak pernah hadir,” jelas Hary Surahman, Selasa (19/4).

Hary menilai, itikat baik tersangka untuk menjelani proses hukum sudah tidak ada. Bahkan tim penyidik kejaksaan sudah berupaya mendatangi rumah tersangka agar dapat kooperatif menjalani proses hukum. Akan tetapi hasilnya nihil, tersangka justru kabur dan menghindari kejaran penyidik kejaksaan.

“Kami sudah berkali kali mencarinya ke rumahnya dan rumah kerabatnya dan hasilnya nihil,” kata Hary Surahman.

Atas dasar itu, lanjut Hary, Alfrida ditetapkan sebagai DPO. Pihaknya juga telah menyebarkan foto dan biodata tersangka ke pihak kepolisian untuk membantu melakukan penangkapan. “Kami sudah menyerahkan biodata dan foto tersangka ke pihak kepolisian,” jelas Hary.

Dikonfirmasi terpisah, pengacara Alfitra Sandeli, Azis Makmur mengaku tidak mengetahui keberadaan kliennya selama satu tahun terakhir.
Azis mengaku juga sementara melakukan pecarian. Pasalnya, Alfitra dan Azis hanya bertemu saat tanda tangan kontrak pengacara. 

“Ini juga saya cari. Saya tidak tahu dimana dia berada. Ituji saya ketemu saat tanda tangan kontrak untuk membelanya. Sampai sekarang tidak ketemu lagi. Nomor hapenya juga tidak pernah aktif lagi,” katanya. 

Azis juga mengaku mendukung upaya Kejari Maros dalam melakukan pengejaran terhadap kliennya itu. (bkm/fajar)

loading...
Click to comment
To Top