Pungli Uang Prajabatan, Kepala BKD Luwu Dijebloskan ke Sel – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Pungli Uang Prajabatan, Kepala BKD Luwu Dijebloskan ke Sel

FAJAR.CO.ID, LUWU- Satu lagi pejabat di jajaran Pemkab Luwu yang ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Belopa. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Andi Syaifullah dijebloskan ke dalam sel Rutan Gunung Sari Makassar, Kamis (21/4).

Ia digiring penyidik Kejari Luwu, setelah menjalani pemeriksaan terkait kasus pungutan liar (pungli) untuk pelaksanaan prajabatan CPNS jalur honorer kategori dua (K2). Penahanan Syaifullah dikonfirmasi Kajari Belopa, Zet Tadung Allo, kemarin.

”Setelah dilakukan penyidikan dan meminta keterangan saksi, maka Kepala BKD Luwu Andi Syaifullah dinyatakan sebagai tersangka. Untuk sementara tersangkanya baru satu orang. Ia disangka sebagai otak pemerasan dalam jabatan. Selanjutnya langsung dilakukan penahanan di Rutan Gunung Sari Makassar,” jelas Zet Tadung Allo.

Mantan penyidik KPK ini menjelaskan, penahanan Andi Syaifullah berdasarkan Sprin dik print-01/R.4.13.7.2/Fd.I/04/2016 tanggal 1 April 2016. Selain itu, juga mengacu pada penetapan tersangka dengan surat Nomor Prin.01.R.413.71 .FdI/04/2016 tertanggal 21/04/2016. Sementara Sprint Penahanan Print Nomor 02/R.4.23.7.2/Fd.I/05/2016 tertanggal 21-04-2016 tertanggal 21 April 2016.

Alasan penahanan, menurut Zet, karena Andi Syaifullah sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dikhawatirkan menghilangkan barang bukti. ”Tidak elok yang sudah tersangka tetap berkeliaran dan masih mengambil keputusan di BKD. Alasan lain, untuk memperlancar penyidikan. Penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pungli untuk pelaksanaan prajabatan mencapai angka Rp170,9 juta. Ada 952 orang CPNS jalur honorer K2 yang mengikuti kegiatan yang berlangsung selama delapan angkatan itu.

Untuk prajabatan yang digelar BKD di tahun 2015 itu, setiap peserta prajabatan dimintai pembayaran Rp350 ribu. Alasannya, uang itu pembelian perlengkapan prajabatan.

Dalam kasus ini, sebelumnya penyidik Kejari sudah menyita uang Rp170,9 juta dari brankas bendahara BKD. Termasuk sejumlah dokumen penting.

Pantauan BKM di kantor Kejari Belopa, kemarin siang, Andi Syaifullah tampak digiring menaiki mobil Toyota Avanza warna hitam DD 269 PSuntuk dibawa ke Rutan Gunung Sari Makassar. Ia dikawal Kasi Intel Kejaksaan, Agus Salim dan Kasi Pidsus, Mihammad Akbar Datau serta dua personel Polres Luwu.

Saat dibawa menuju mobil, Syaifullah masih terlihat mengenakan pakaian dinas safari. Ia tampak ditemani istrinya sampai naik ke atas mobil.

Saat dimintai komentar terkait penahanannya, Andi Syaifullah memilih bungkam. Ia tampak pasrah mengikuti segala proses hukum yang tengah berjalan.

Bupati Luwu, Andi Mudzakkar juga tak berkomentar banyak menyikapi ditahannya Kepala BKD. Ia mengeku menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum. “Saya hormati proses hukum,” ujarnya singkat. (bkm/fajar)

Click to comment
To Top