Sesosok Makhluk – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Samudera Ilmu

Sesosok Makhluk

Sahabatku, mari, jedalah, barang sebentar dari roda kehidupan yang ganas menggilas. Renungkanlah sebuah sosok makhluk berikut, yang kucoba melukisnya dalam batasan kata-kataku.

Ia termasuk makhluk yang ditakuti. Sebuah makhluk tanpa sosok. Tapi selama berabad-abad bahkan millennia, menjadi momok, Tak berwajah namun ia menyeramkan. Tak bisa disentuh, namun bisa menyentuh. Baik jin maupun manusia, takluk dikakinya. Ia bukanlah sebuah pasukan perang, namun mereka-mereka yang bersembunyi di dalam benteng pertahanan paling kokoh, menyerah tak berdaya di hadapannya. Ia tak memiliki kaki, tapi manusia siapa yang bisa lari darinya? Tak ada satupun.

Pun ia, bukanlah kumpulan senarai kata-kata. Tapi ia bisa menjadi sebaik-sebaik nasehat. sebagaimana manusia, hewan, pepohon, dan makhluk lainnya, ia juga diciptakan. Diciptakan untuk menguji manusia, agar tampak mana yang berpikir dan tidak. Mana yang menjalani hari-harinya sebagai manusia dan mana yang bertubuh manusia tapi berperangai bagai binatang. Mana yang hidup hanya untuk makan.

Ya, makhluk itu, dialah kematian.

“[Allah] Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” [QS Al Mulk : 2]

Berapa banyak yang memalingkan wajahnya, ketika melihat namanya dalam risalah-risalah nasehat. Juga berapa banyak jari yang sengaja menyumbat telinganya, tersebab disebut kematian. Pun betapa banyak, lisan yang melarikan pembicaraannya ketika masuk dalam topic pembahasannya. Aduhai, padahal sungguh celaka, tiap-tiap yang bernyawa pasti mengalaminya. Sungguh, benar-benar celaka, anak manusia siapa mampu lari bersembunyi darinya?

“Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati.” [QS. Ali Imran: 185].

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” [QS. An Nisa’: 78]

Sahabatku, dimanakah, gerangan raja-raja pongah yang pernah berjalan, dengan dongak di atas punggung bumi ini? Dan dimana pula gerangan para wali, kekasih Gusti Allah? Kemanakah mereka?

Berbahagialah, bagi mereka yang membuka telinga untuk merenungi makhluk ini. Makhluk tanpa sosok namun adalah momok. Makhluk tak berkata-kata, tapi ia adalah sebaik-baik nasehat. lalu, setelah mentafakuri, mendengar dan merenungi, ia bertaubat dan berbuat kebajikan. Maka kelak beruntunglah mereka.

Dan teriring, decahan sungai-sungai susu dan madu, tilam-tilam yang ditinggikan, dan bebuahan yang didekatkan. Serta istana-istana ratna mutu manikam yang tertancap abadi. Beruntunglah telinga yang mau mendengar, mata yang melihat dan akal yang merenungi.

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Kematian didatangkan pada hari kiamat berupa seekor kambing hitam.” [HR Muslim 5087]

Maka kematian itu pun disembelih. Ya, dan pada akhirnya mati pun menjadi mati.

“Bila penghuni surga sudah masuk surga dan penghuni neraka masuk neraka, datanglah kematian berdiri di antara surga dan neraka, kemudian disembelih. Lalu terdengar seruan “Hai penghuni surga kekallah tidak ada lagi kematian… Hai penghuni neraka kekallah tidak ada lagi kematian”, maka bertambahlah kegembiraan penghuni surga dan bertambahlah kesedihan penghuni neraka.” [HR Ahmad 5721]

Aduhai,

Ya Allah berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Aamiin.

Click to comment
To Top