Soal Panama Papers dan JICT, Menteri BUMN Didesak Mundur – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Soal Panama Papers dan JICT, Menteri BUMN Didesak Mundur

FAJAR.CO.ID, YOGYAKARTA – Desakan agar Menteri BUMN Rini Soemarno mundur dari jabatannya, masih menggema. Di Yogyakarta, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Aksi Nasional Mahasiswa (PANAMA) menggelar aksi mogok makan di halaman DPRD Yogyakarta, meminta Presiden Joko Widodo melengserkan Rini.

Rini mereka anggap, termasuk salah seorang yang namanya tercantum di dalam Panama Papers, nan berpotensi merugikan Negara. Sebelumnya, desakan pengunduran Rini Soemarno sebagai menteri BUMN juga pernah muncul beberapa waktu lalu saat Rini disebut-sebut terlibat dalam pelanggaran hukum yang merugikan negara atas perpanjangan kontrak Jakarta International Container Terminal (JICT), yang dilakukan secara sepihak oleh mantan Direktur  Utama Pelindo II RJ Lino.

Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada‎, Fahmy Radhi ikut angkat bicara menyikapi kehebohan Panama Papers dan karut marut perpanjangan JICT Pelindo II.

Fahmy meminta ‎pemerintah untuk memeriksa semua nama-nama Indonesia yang tercantum di dalam Panama Papers dan menyerahkan kepada penegak hukum jika terindikasi adanya kejahatan pajak, tindak pindana penggelapan dan pencucian uang.

Fahmi juga berharap ‎KPK untuk mengusut tuntas semua pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan perpanjangan kontrak JICT, yang berpotensi melanggar UU dan merugikan negara‎.

“KPK harus melanjutkan proses pemeriksaan RJ Lino sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan Quay Container Crane (QCC) tahun 2010,” kata Fahmi.

Sejauh ini KPK belum menahan RJ Lino sebagai tersangka. “Proses pemeriksaan atas tersangka RJ Lino oleh KPK cenderung terhenti, tanpa ada kepastian kelanjutannya,” imbuh Fahmi.

Dia meminta pemerintah untuk membatalkan perpanjangan kontrak JICT karena ada indikasi perpanjangan JICT melanggar hukum dan berpotensi merugikan negara.

“Rini Soemarno didesak mengundurkan diri sebagai Menteri BUMN, karena di samping terkait Panama Papers, Rini juga diduga melakukan pembiaran dan mendukung upaya Direktur Utama Pelindo II dalam perpanjangan Kontrak JICT,” pungkas mantan anggota Tim Anti-Mafia Migas itu. (adk/jpnn/fajar)

loading...
Click to comment
To Top