Gunakan Linggis, Keponakan Habisi Nyawa Pamannya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Gunakan Linggis, Keponakan Habisi Nyawa Pamannya

police line

FAJAR.CO.ID, SUNGAILIAT – Dendam kusumat yang disimpan dalam hati Akong terhadap Anen, membuat dia menghabisi nyawa pamannya itu dengan linggis. Diduga dendam itu dipicu perbuatan korban yang profesinya sebagai dukun telah menyantet adik pelaku hingga meninggal dunia.

Pembunuhan terhadap Anen dilakukan di rumah Akong sendiri. Setelah dendamnya terlampiaskan, Akong menyerahkan diri ke aparat polisi setempat.

Informasi yang dilansir Babel Pos (Fajar Group), pelaku yang bernama Ngit Kong alias Akong (44) menghabisi nyawan korban, Lie Kui Nen alias Anen (65) saat korban melintas di depan rumah pelaku.

Rumah pelakuberada di Jalan Merdeka Desa Pemali Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka, Bangka Belitung (Babel), Jumat (22/4). Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 18.30 atau menjelang magrib.

Saat itu pelaku yang duduk santai di depan rumahnya. Saat bersamaan korban melintas dan mencegat korban. Nyawa korban dihabisi menggunakan linggis. Setelah melihat korban tak bergerak, pelaku pulang ke rumah dan kemudian didampingi istrinya menyerahkan diri ke Polsek Pemali.

Lantas aparat kepolisian mengumpulkan semua keterangan dan barang bukti. Bahkan tubuh korban ditemukan di semak belukar dekat Lapangan Bola Jl Merdeka Desa Pemali menjelang azan magrib.

Kapolsek Pemali Iptu Cristo NYT menyebutkan, korban merupakan warga desa setempat. Pelaku masih memiliki hubungan kekerabatan dengan korban. “Saat kita datang ke TKP. Korban masih bernafas dan dalam perjalanan ke ke RSUD Sungailiat, korban meninggal dunia,” ujar Kapolsek.

Menurut Iptu Cristo NYT, dari keterangan dokter RSUD Sungailiat, korban meninggal dunia sebelum sampai di rumah sakit. Korban mengalami luka-luka di bagian kepala, akibat pukulan bendah tajam, karena pukul linggis oleh pelaku.

Akibat perbuatanya pelaku bisa dijerat dengan pasal 338 ancaman hukuman 15 tahun penjara, atau 351 ayat 3, yakni  penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia.

Sementara Akong mmengaku kejadian berawal dirinya melihat korban melintas di depan rumah, dengan mengunakan sepeda, dan saat itu timbul niat untuk menghabisi korban.

“Saat melihatkan korban, karena ada rasa dendam, timbul niat ingin membunuh korban, dan saya ambil linggis dan lansung mendatangi korban,” ujar Akong.

Akon mengaku menghabisi nyawa korban, karena mendapatkan informasi adiknya yang meninggal beberapa tahun lalu akibat disantet oleh Anen. Bahkan Korban juga menyentet keluarganya yang lain juga.

“Saya mendapat info, dari orang bahwa adik saya sakit dan akhinya meninggal karena disatet oleh korban, begitu juga keluarga saya juga sakit-sakitan, dan pelakunya yakni korban tersebut,” ujar tersangka. (dee/iil/JPG)

loading...
Click to comment
To Top