Ini Fakta Dibalik Oknum Polisi Terlibat Narkoba – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Ini Fakta Dibalik Oknum Polisi Terlibat Narkoba

FAJAR.CO.ID, KALBAR – Rata-rata oknum polisi yang mengonsumsi narkoba adalah dari Satuan Reserse Narkoba. Meski demikian, narkoba bisa menjerat siapa saja. Dari ribuan anggota polisi melakukan tes urin di wilayah hukum Kalbar, ditemukan 52 anggota positif Narkoba.

“Mereka yang positif, 98 persennya rata-rata telah meninggalkan keluarga (istri dan anak),” kata Kapolda Brigjen Pol Arief Sulystianto, Jumat (22/4).

Dilansir Ralyat Kalbar (Fajar Group), dia mengatakan, terus melakukan pembenahan di internal Polri, khususnya menyangkut penyalahgunaan narkoba.

Untuk menekan angka penggunaan narkoba dikalangan kepolisian, Kapolda meminta seluruh Kapolres di jajarannya membuka posko pengaduan dan penerimaan laporan anggota polisi yang mengonsumsi narkoba.

“Sehingga jika ada anggota yang menggunakan narkoba, cepat diketahui dan dilaporkan,” ujar Arief.

Arief meminta seluruh anggota kepolisian di Kalbar yang sudah positif narkoba melapor ke Kapolres-nya masing-masing. Tujuannya agar dapat dilalukan pembinaan dan rehabilitasi. “Harus diketahui, yang menggunakan narkoba, dia lah yang cepat meninggal,” tegas Arief.

Diakui Arief, saat ini sudah puluhan anggota polisi yang dinyatakan positif narkoba. Kapolda mengaku, anak buahnya yang mengonsumsi narkoba, tentu ada latar belakangnya.

“Anggota ini kan sebetulnya makai karena berbagai penyebab, apakah itu masalah keluarga atau pribadi,” ujar jendral bintang satu.

Dia mengatakan, pihaknya mencari tahu penyebab anggota terlibat narkoba itu. Menurutnya, mereka yang terlibat bisa saja langsung diberikan sanksi. Namun, itu tidak akan menyelesaikan masalah.

Jadi, kata dia, setelah diketahui latarbelakang anggota yang terlibat, baru dilakukan langkah selanjutnya. Apakah bisa direhab/dibina atau tidak. “Kami juga berharap anggota jujur terkait narkoba. Itu akan menjadi langkah antisipasi, agar Narkoba tidak terus merusak anggota polisi,” paparnya.

Jika anggota tidak jujur, ancam dia, akan dilakukan penindakan tegas. Apalagi jika terlibat sindikat peredaran, dipastikan akan ditindak.

Dalam catatan Arief, sebagian besar oknum polisi yang direhab adalah dari Satuan Narkoba. Dia mengatakan, Narkoba bukan hanya masuk di lembaga kepolisian saja, tetapi semua elemen. (zrn/yuz/JPG)

loading...
Click to comment
To Top