Gara-gara ini Depok Larang Transjakarta Masuk Wilayahnya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Jabodetabek

Gara-gara ini Depok Larang Transjakarta Masuk Wilayahnya

transjakarta

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Rencana PT Transjakarta untuk mengoperasikan rute baru Transjakarta, mulai dari Manggarai, Pasar Minggu, hingga Depok yang akan di mulai Senin (25/4), mendatang, tampaknya tidak akan terealisasi. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tidak menyepakati jika perusahaan jasa angkutan umum itu menggunakan bus dengan ukuran besar dengan alasan tidak sesuai ukuran lebar Jalan Raya Margonda.

Walikota Depok, Idris Abdul Shomad mengatakan, belum disepakati pengoperasian Transjakarta itu dinilai akan menimbulkan kemacetan kendaraan. Sebab, luas Jalan Raya Margonda tujuh meter dengan tiga jalur tidak dapat dibangun jalur Transjakarta. Karena tiga jalur itu telah dibagi lagi untuk jalur sepeda.

“Model busnya yang kami pertanyakan, karena terlalu besar jika sama dengan bus yang beroperasi di Jakarta. Struktur jalan yang belum siap menerima bus mereka. Makanya kami belum menyetujui pengoperasian itu,” katanya seperti dikutip dari indopos.co.id, kemarin (22/4).

Menurutnya, selain besarnya ukuran kendaraan tersebut akan memakan sebagian jalan protokol, pengoperasian Transjakarta itu pun belum dapat menarik minat warga. Karena, dalam uji coba operasi Transjabodetabek beberapa waktu lalu peminatnya pun sangat sedikit sekali. “Busnya berangkat dua jam sekali karena penumpangnya tidak ada. Jika dipaksakan lahan untuk kendaraan itu di dalam terminal terpadu tidak ada sama sekali,” ujar Idris.

Lebih jauh, Idris mengaku, pihaknya sampai kini belum dapat memastikan solusi dan pengoperasian Transjakarta sampai ke Depok dan melintas di Jalan Margonda seperti yang direncanakan perusahaan tersebut. Justru kata dia, Pemkot Depok mau menyetujui pengoperasian itu jika PT Transjakarta mau memberikan kendaraan dengan ukuran sedang.

Seperti diketahui pengoperasian Transjakarta sudah sejak 2011, lalu, dirancang Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Tujuan pengoperasian itu guna mengatasi kemacetan dan penggunaan kendaraan pribadi ke ibukota. Bahkan, Kemenhub telah mentukan titik jalur angkutan umum terintegrasi ini di kota berikon belimbing.

Namun, seiring perjalanan pengujian jalur itu terus menuai kendala di Pemkot Depok yakni ukuran kendaraan itu tidak sesuai dengan ruas jalan yang ada. Sehingga selama empat tahun pengoperasian itu terkendala dan tidak dapat masuk ke kota penyanggah.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Transjakarta, Budi Kaliwono menuturkan, tengah menyiapkan rute baru pengoperasian Transjakarta. Yakni dari Depok, Pasar Minggu, hingga Manggarai yang direncanakan dioperasikan, pada pekan depan. Penjajakan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok untuk menentukan jalur dan rute jalan kendaraan itu pun telah dilaksanakan. Namun, kata dia sampai saat ini jawaban dari pemerintah kota penyanggah ibu kota itu belum di dapatkan.

Budi menambahkan, untuk melayani rute tersebut, PT Transjakarta mempersiapkan 20 bus reguler untuk uji coba. Akan tetapi, lanjut dirinya, masih ada beberapa hal yang harus dimatangkan, seperti halte atau tempat persinggahan bus. Serta mengenai kesiapan fasilitas pendukung pengoperasian bus seperti mesin tapping untuk pembayaran. (cok)

loading...
Click to comment
To Top