Tali Kafan Lupa Dilepas, Isu Pocong Resahkan Warga – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Tali Kafan Lupa Dilepas, Isu Pocong Resahkan Warga

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN – Belakangan ini warga Kelurahan Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur, Balikpapan, Kaltim, dihebohkan dengan isu hantu pocong. Awak media Balikpapan Pos (Fajar Group) mencoba menelusuri asal muasal isu pocong dengan mendatangi pemakamannya dan mewawancarai warga yang bermukim di sekitar makam.

Agar dapat menggali informasi tersebut awak media turut didampingi tokoh warga Manggar,  Andi Baso untuk dapat memasuki areal pemakaman yang juga di kelilingi pemukiman warga, Balpos dengan menumpang kendaraan Avanza, milik Andi, memasuki kawasan pasar Manggar dengan jarak tempuh 300 meter ke dalam.

Di tengah perjalanan menuju pemakaman awak media berinisiatif berhenti di sebuah warung dan menanyakan seorang penjaga warung yang bernama Ari di daerah trans pasar Mangga.r “Mas apa benar ada pocong yang sering muncul disini?,” tanya Balpos kepada si penjaga warung.

Ari langsung mengiayakan pertanyaan pewarta. “Benar mas saya juga mendengar tapi yang lebih tahu, coba mas menuju lokasi pemakaman di sana karena banyak pemukiman warga disana mungkin akan banyak cerita yang didapatkan,” jelasnya.

Apakah warungnya termasuk yang didatangi pocong? “Hantu pocong tidak pernah sih menganggu warung saya, Cuma sejak isu itu beredar lingkungan sekitar menjadi mencekam dan sepi,” imbuh Ari.

Ari mengatakan setelah merebak isu adanya pocong dirinya tidak berani terlalu larut malam membuka warungnya. “Terlihat kondisi lingkungan sepi saya langsung tutup warung,” jelasnya.

Akhirnya saya dan tokoh Manggar Andi melanjutkan perjalanan menuju ke lokasi pemakaman.Kawasan pemukiman menuju pemakaman terlihat akses jalannya belum ada lampu penerangan jalan.

Bangunan rumah warga dengan bangunan warga sedikit berjarak-jarak serta terdapat banyak areal pertanian sayur mayur, semak belukar. Semakin mendekati areal pemakaman terdapat beberapa pohon besar dan jalan sedikit menanjak dengan kondisi jalan semenisasi dan hanya bisa untuk dilintasi satu kendaraan roda empat saja.

Tepat didekat pemakaman saya dan Andi mencoba berhenti di salah satu bangunan sederhana, di bagian depannya terdapat sebuah warung.

“Aslamualaikum, permisi… mohon maaf saya dari media ingin sedikit bertanya-tanya kepada warga sekitar makam tentang isu penampakan pocong,” saat wartawan Balikpapan Pos mengetuk pintu rumah sebelah makam sembari memberi salam kepada tuan rumah.

Kedatangan kami langsung disambut hangat dengan keluarga yang menghuni tak jauh dari lokasi makam. Ternyata rumah yang dikunjungi tersebut merupakan keluarga dari jasad almarhum “Paman Lambat” warga Selok Lai yang bernama Jayus (31) warga pendatang asal Penajam Paser Utara (PPU) yang diisukan menjadi pocong.

“Tidak benar itu mas, buktinya saya dan beberapa warga berdiam di sekitar makam tidak ada hal-hal aneh apalagi penampakan pocong seperti yang santer terdengar,” terang Jayus dengan ramah.

“Biasanya mas, satu mulut yang menerima cerita ke mulut-mulut lainnya jadi berbeda alurnya. Yah… namanya gosip,” tuturnya.

Dirinya mengungkapkan sebenarnya alamarhum paman Lai sudah dimakamkan tiga minggu lalu.Mmemang semasa hidupnya ia bersama istri mengikuti salah satu aliran Islam tertentu. Almarhum dulunya divonis gagal ginjal dan harus bolak-balik cuci darah.

Saat meninggal Jayus membenarkan, alamarhum pamanya itu saat akan dimakamkan memang tali pada ikatan kepala, pinggang, tidak dibuka. Juga beralaskan tikar tanpa ditutupi papan karena menjalankan aturan aliran tertentu yang diikutinya.

“Walau demikian bukan berarti hal tersebut membuatnya menjadi pocong. Sama sekali tidak benar, kalau mau mengganggu sudah pasti keluarga dekatlah yang didatangi ini buktinya kami tidak merasakan ada hal-hal aneh,” beber Jayus.

Merebaknya sosok gaib pocong ditindaklanjuti oleh Babinsa Manggar Baru Serda Ngatmuji yang menanyai langsung juru makam saat melakukan prosesi pemakaman. Pengakuan salah satu juru makam Komaruddin, memang saat jasad dimakamkan tali pada ikatan kepala dan pinggang tidak dilepaskan. Setelah berbincang panjang dengan pihak keluarga alamarhum, kembali media menanyakan beberapa warga penghuni rumah sewa di sekitar. 

Melihat kedatangan kami dan langsung menanyakan perihal tersebut warga sekitar rumah sewa langsung terlihat pucat pasi dan terlihat dari bibirnya bergetar mengisahkannya.

Apa benar ibu melihat dan mengalami sendiri penampakan pocong?  “Ya benar, suami saya yang melihat langsung saat pulang kerja,” tuturnya usai menjawab pertanyaan ibu tadi langsung bergegas masuk ke dalam rumah. 

Akhirnya tim Balpos mendatangi ke rumah perwakilan RT 39 Kartini, yang langsung menepis cerita horror pocong. “Ah tidak benar itu pak, mana ada pocong di sini Pak,” cetusnya Kartini. (aji/sam/jpnn) 

To Top