BIN Ditantang, Mampu Tangkap ‘Orang Sakti’ ini Nggak? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

BIN Ditantang, Mampu Tangkap ‘Orang Sakti’ ini Nggak?

Djoko Sugiarto Tjandra

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Ketidakmampuan penegak hukum menangkap buronan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Djoko Sugiarto Tjandra membuat Haris Rusly Moti geleng-geleng kepala.

“Djoko Tjandra memang manusia sakti mandraguna. Bahkan sudah ada UU perjanjian ekstradisi RI-PNG yang diajukan Mankumham dan disahkan DPR tapi dia hingga saat ini masih keluyuran di luar negeri dan namanya muncul di Panama Papers,” kata aktivis Petisi 28 itu dalam pesan singkatnya yang dipancarluaskan siang ini (Minggu, 24/4).

Bagi mantan Ketua Umum PRD itu, menjadi pertanyaan apakah pertemuan Presiden Jokowi dengan adik Djoko Tjandra saat melakukan lawatan ke Papua Nugini pada Mei 2015 lalu membuat Djoko Tjandra kebal hukum dan tak bisa diekstardisi.

Karena itulah, dalam hemat Haris, sekarang ini tak bisa lagi berharap kepada kejaksaan dan polisi untuk bisa menangkap Djoko Tjandra si manusia kebal mandraguna.

“Harapa kini tertuju kepada Bang Yos sebagai kepala BIN yang telah berhasil menangkap buronan penjahat BLBI Samadikun dan menjemput langsung di Bandara,” demikian kata Haris.

Djoko Tjandra merupakan narapidana dua tahun penjara dalam kasus cassie Bank Bali. Selain hukuman badan, Peninjauan Kembali Mahkamah Agung memutuskan Djoko juga divonis membayar denda Rp 15 juta. Uang milik Djoko Tjandra di Bank Bali sejumlah Rp 546.166.116.369 dirampas untuk negara.

Pada 16 Juni 2009 Djoko mangkir dari panggilan Kejaksaan untuk dieksekusi. Djoko diberikan kesempatan 1 kali panggilan ulang namun kembali tidak menghadiri panggilan Kejaksaan, sehingga Djoko dinyatakan sebagai buron.

Djoko diduga telah melarikan diri ke Port Moresby, Papua New Guinea, menggunakan pesawat carteran sejak 10 Juni 2009 atau sehari sebelum vonis dibacakan oleh MA.[dem]

loading...
Click to comment
To Top