Wow! Menteri Susi Bahkan Kalahkan Ahok Soal Akseptabilitas. Lihat Angkanya Disini – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Wow! Menteri Susi Bahkan Kalahkan Ahok Soal Akseptabilitas. Lihat Angkanya Disini

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Susi Pudjiastuti jadi idola baru warga Jakarta. Sosok Menteri Kelautan dan Perikanan itu lebih disukai ketimbang Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

Kesimpulan demikian nampak dari hasil survei terbaru Lembaga Survei KedaiKopi (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia‎).

Mesikpun pecalonannya sebagai gubernur DKI masih sebatas diperguncingkan, akseptabilitas Susi Pudjiastuti jauh melampaui Ahok yang memperoleh 69,6 persen.

“Akseptabilitas Susi Pudjiastuti menempati urutan pertama (74,5%) ‎melewati Ahok diurutan kedua,” kata Jurubicara KedaiKopi, Hendri Satrio, Minggu (24/4).

Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka di 40 kelurahan di 5 Kota di DKI Jakarta melibatkan 400 responden tanggal 18-21 April 2016.  Pemilihan sampel dilakukan secara acak dengan metode sampel acak bertingkat. Margin of error survei ini sebesar +/- 4,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Dari hasil survei juga diketahui ada nama-nama baru yang memiliki akseptabilitas cukup tinggi bagi publik DKI. Mereka menurut Hendri Satrio adalah mantan Panglima TNI Moeldoko (47,2%) dan wartawan senior Teguh Santosa (47,1%).

Nama Moeldoko muncul sebagai balon Gubernur DKI Jakarta dari penjaringan yang dilakukan Partai Gerindra. Meskipun begitu Moeldoko mengaku tidak berniat merebut kursi DKI 1. Adapun Teguh Santosa sejauh ini serius mengikuti seleksi penjaringan cagub DKI yang diselenggarakan sejumlah partai politik. Bang Teguh, demikian ia disapa, antara lain ikut seleksi bacagub DKI dari PDIP, Partai Demokrat, dan PKB.

“Urutan akseptabilitas versi Lembaga Survei KedaiKOPI adalah Susi Pudjiastuti, Basuki Tjahaja Purnama, Yusril Ihza, Sandiaga Uno, Djarot Syaiful Hidayat, M. Idrus, Moeldoko, Teguh Santosa, Adhyaksa Dault, Marco Kusumawijaya, Abraham Lunggana dan Ahmad Dhani,” ulas Hendri Satrio.

endri menjelaskan pasca pemanggilan oleh KPK membuat elektabilitas Ahok terjun bebas. Elektabilitas Ahok pada April 2016 pasca pemanggilan oleh KPK melorot menjadi 45,50%, padahal pada Januari 2016 elektabilitasnya ‎43,25%, pada Februari 43,5%, dan pada Maret 2016 sebesar 51,80%.

“Ada 34,5 persen responden menyatakan mantab memilih Basuki Tjahaja Purnama. Sementara 30 persen menyatakan ragu-ragu dan 16,5 persen menyatakan tidak akan memilih Basuki Tjahaja Purnama pada Pilgub Jakarta mendatang,” demikian Hendri Satrio.[dem]

Click to comment
To Top