Didemo, Managemen RSU di Bone Malah Ngumpet – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Didemo, Managemen RSU di Bone Malah Ngumpet

FAJAR.CO.ID, GOWA— Lagi-lagi jajaran Managemen RSU Syekh Yusuf diberondong aksi protes. Kali ini dilakukan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Pemberdayaan dan Advokasi Masyarakat (Lepam). Lepam menyuarakan protesnya itu, Senin (25/4) pagi kemarin.

Indra Gunawan yang bertindak sebagai jendral lapangan aksi tersebut, mengatakan aksi mereka ini menuntut pihak RSU Syekh Yusuf agar memberikan pelayanan yang baik kepada para pasien.

“Kita minta, pelayanan harus baik dan maksimal, jangan utamakan administrasi sementara pasien sudah membutuhkan tindakan segera,” tandas Indra.
Dia mengatakan, jika selama ini warga yang mengadu ke Lepam cukup banyak. Rata-rata aduan menyebutkan jika para tenaga medis setempat tidak serius dalam penanganan. “Karena itu harus diganti dengan tenaga yang lebih profesional, terutama di bagian Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebagai pertolongan pertama di RSU Syekh Yusuf,” tambah Indra lagi.

Mahasiswa dalam aksinya ini melontarkan lima tuntutan, yakni mosi tidak percaya terhadap RSU Syekh Yusuf, meminta agar BPJS di Gowa dihapuskan, meminta tenaga medis di IGD diganti dengan tenaga yang lebih profesional serta mendesak perbaikan fasilitas kesehatan di RSU Syekh Yusuf.

Hingga aksi unjuk rasa ini berakhir, tak seorang pun pihak RSU Syekh Yusuf hadir. Sejumlah wartawan pun masuk ke dalam area kantor direksi tak satupun yang berhasil ditemui untuk memberikan komentar terkait aksi mahasiswa gabungan ini.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan rumah sakit di Jalan dr Wahidin Sudirohusodo, Kelurahan Batangkaluku, Kecamatan Somba Opu, Gowa ini sempat memanas ketika Jendral Lapangan Aksi, Indra Gunawan bersitegang dengan salah seorang petugas rumah sakit yang tiba-tiba muncul membantah tudingan bahwa pelayanan rumah sakit tidak maksimal.

“Siapa bilang pelayanan tidak bagus, jangan bawa kabar yang tidak benar,” kata salah seorang pihak rumah sakit.

“Saya rasa sikap yang diperlihatkan oleh tenaga medis tadi adalah sikap yang tidak berpendidikan, katanya saya tidak punya bukti, untuk apa saya perlihatkan bukti kalau bukan langsung kepada kepala rumah sakit. Sayangnya, kepala rumah sakit tidak mau ditemui,” teriak Indra di pelataran depan rumah sakit.

Sementara itu, Ketua DPRD Gowa, H Ansar Zaenal Bate didampingi sejumlah anggota Komisi IV yang membidangi pelayanan kesehatan saat dimintai komentarnya terkait maraknya aksi protes di RSU Syekh Yusuf mengaku pihak rumah sakit dalam kondisi dilema.

“Di RSU Syekh Yusuf ini kan cuma memiliki fasilitas 180 unit kamar. Belum lagi tenaga medisnya baik itu perawat apalagi dokter memang masih sangat tidak sebanding dengan jumlah penduduk kita di Gowa yang mencapai 700-ribuan jiwa. Jadi memang kita masih butuh tambahan sarana rumah sakit minimal lima rumah sakit lagi. Jika sudah ada puskesmas rawat inap lima unit lagi dan ditambah satu unit RSU tipe C maka saya yakin masalah penanganan pasien akan bisa teratasi,” jelasnya.

Legislator Fraksi Partai Golkar ini mengatakan, adanya rencana Bupati Gowa menambah satu unit RSU tipe C tahun ini cukup menjadi pemecah masalah. Menurutnya, rencana itu sangat membantu pelayanan pasien di RSU Syekh Yusuf sekarang ini.

Sementara itu, Direktur RSU Syekh Yusuf, dr H Salahuddin yang berhasil dikonfirmasi via ponselnya mengaku tidak jelas apa yang disuarakan para demonstran, sebab dirinya bersama managemen lain saat aksi sedang berada dalam ruang rapat. Menurutnya, jika aksi terebut berkaitan dengan pelayanan IGD, pihaknya mengaku telah melakukan upaya maksimal dengan melakukan pembenahan termasuk mutasi-mutasi internal untuk penyegaran.

“Cuma kita tetap tidak sembarangan melakukan penggantian perawat di IGD sebab harus memiliki skill untuk di bidang ini. Yang jelas selama ini kita melakukan upaya menuju pelayanan yang baik,” jelas Direktur RSU Syekh Yusuf.

Terkait desakan mahasiswa agar dirinya sebagai direktur rumah sakit dicopot dari jabatan, menurut dr Salahuddin tidak masalah baginya. “Jika pimpinan sudah menganggap itu perlu yah saya selaku anak buah menerima saja. Tidak masalah bagi saya,” akunya.(bkm/Fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top