Go Munaslub! Saweran untuk Syahrul YL Butuh Wadah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Go Munaslub! Saweran untuk Syahrul YL Butuh Wadah

Syahrul-Yasin-Limpo1

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR- Ajakan saweran untuk mengumpulkan uang mahar bagi Syahrul Yasin Limpo yang hendak maju di arena Munaslub Partai Golkar, kini terus bergulir. Bahkan dari berbagai pembicaraan di media sosial, seperti WhatsApp, para politisi pohon beringin rindang ini menginginkan adanya sebuah wadah guna merealisasikannya.

Dua srikandi Golkar DPRD Sulsel, yakni Alfrita Pasande Danduru dan Rismawati H Kadir Nyampa, menilai niat para kader Golkar untuk melakukan saweran adalah sebuah hal yang positif. “Sebaiknya ada wadah untuk itu,” ujar Alfrita di ruang Komisi E DPRD Sulsel, kemarin.

Untuk itu, baik HM Roem selaku Ketua Tim Pemenangan SYL untuk Golkar 1, maupun Farouk B Betta, mengapresiasi keinginan kader Golkar untuk membuat sebuah wadah. “Keingiann kader untuk membuat sebuah wadah tentu harus disikapi positif. Namun kita akan lihat seberapa besar respon dari kader Golkar itu sendiri,” ujar Aru, sapaan Farouk, Senin (25/4).

Sebelumnya, dosen politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Dr Firdaus Muhammad mengingatkan agar SYL tidak mundur hanya lantaran adanya mahar yang akan ditetapkan DPP Golkar berdasarkan usulan panitia pengarah Munaslub yang dipimpin Nurdin Halid.

“Sebaiknya, Pak Syahrul tidak mundur hanya karena mahar. Banyak kader yang akan kecewa bila SYL mundur,” ujar Firdaus.

Dosen politik Universitas Bosowa, Dr Arief Wicaksono mengakui bila adanya mahar di kisaran Rp5 miliar hingga Rp10 miliar dipastikan akan merugikan kader Golkar itu sendiri, meski peruntukannya membiayai acara.

“Karena syarat mahar tersebut justru membuat Munaslub Golkar berjalan tidak demokratis. Artinya, caketum yang cukup menonjol namun tidak memiliki dana sebesar itu dipastikan akan terganjal, sehingga tak bisa berkompetisi,” ulas Arif.

Untuk itu, tambahnya, sebagai partai besar yang cukup mapan, namun memiliki tingkat keterpilihan yang cukup merosot pada event pilkada 2015, idealnya Partai Golkar membangun citra yang baik dan positif. “SYL sebagai caketum Golkar jelas dirugikan dengan syarat mahar itu,” pungkasnya.

Rencananya, tim pemenangan SYL untuk Golkar 1, Lakama Wiyaka akan mengambil formulir pencalonan SYL sebagai calon ketua umum di panitia pengarah pada Jumat (29/4) mendatang.

Lalu bagaimana tanggapan Syahrul terkait keinginan kader Golkar untuk saweran uang mahar? Ditemui di kantor Gubernur, kemarin, Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel itu menyatakan menghargai niat sejumlah kader di daerah ini yang mendorongnya maju di ajang Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar yang akan digelar akhir Mei mendatang.

“Saya menghargai keinginan baik kader Golkar untuk membayar mahar. Itu bentuk kecintaan mereka kepada saya, dan niat baik saya mereka tahu,” kata SYL.
Namun, ia belum bersikap dan mengambil keputusan terkait keinginan baik sejumlah kader Golkar itu. Kepada wartawan, dia tidak mengeluarkan statemen apakah menolak atau menerima bantuan tersebut.

Berbeda dengan wawancara-wawancara sebelumnya, kali ini, Gubernur Sulsel dua periode ini cukup pelit mengeluarkan statemen terkait pencalonannya di Munaslub Golkar.
Orang nomor satu di Sulsel itu mengaku, dirinya diminta untuk tidak berkomentar dulu terkait apakah akan maju atau mundur dari pencalonan ketua umum Golkar. Alasannya, statemen yang dikeluarkan bisa jadi mengubah konstalasi voter atau pemilik suara yang mendukungnya. “Dikhawatirkan voter saya yang fanatik bisa buyar,” ujarnya.

Namun, dia menegaskan, sejak awal sudah menyatakan ketidaksetujuannya untuk menjadi ketua umum jika harus membayar sejumlah uang alias menggunakan uang mahar saat mendaftar.

SYL juga mengatakan, jika mahar politik dengan menyetor sejumlah uang yang ditentukan itu menjadi syarat mutlak untuk maju sebagai calon ketua umum, hal itu melanggar prinsip yang ada. (Bkm/Fajar)

loading...
Click to comment
To Top