Impian Shania bersama Perbafi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Sport

Impian Shania bersama Perbafi

Shania Andjari

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Impian tertinggi seorang atlet ada kepingan medali di level internasional. Sayangnya, tak banyak yang mampu mencapainya. Bukan karena tak mampu. Namun seringkali kesempatan yang tak pernah dimiliki.

Ini pula yang dirasakan penggemar olahraga fisik di Indonesia. Kesempatan untuk berlaga di ajang internasional nyaris tak pernah ada selama bertahun-tahun. Hingga akhirnya Persatuan Binaraga dan Fisik Indonesia (Perbafi) mengubah segalanya. Kini, kesempatan untuk tampil di level bergengsi terpampang lebar di depan mata.

Ini pula yang dirasakan Shania Andjari. Atlet putri asal Jatim ini begitu ingin menguji kemampuannya di ajang internasional. Namun beratnya jalur birokrasi yang harus dilalui, membuatnya sulit berprestasi. Padahal, wanita berotot ini punya potensi besar untuk berkibar di level dunia.

“Jujur saya pernah tampil di kejuaraan internasional dengan federasi berbeda. Saya gagal. Ketika ingin menebusnya, kesempatan itu sangat berat. Setelah bergabung dengan Perbafi, segalanya menjadi mudah,” ujar Shania saat pelepasan tim Indonesia yang akan tampil di Mortal Battle Singapore 2016, di Jakarta, Selasa, 26 April.

 

Shania adalah satu dari sembilan atlet Indonesia yang akan turun di ajang tersebut. Targetnya tak mudah, harus pulang membawa medali. Namun dengan tenang dia mengungkapkan optimismenya.

“Saya bisa merebut emas. Untuk Indonesia, untuk Perbafi, dan untuk kebanggaan saya sebagai atlet,” yakin Shania yang akan turun di kelas Women Atheltic class 1 over 160 cm.

Harapan bisa mengumandangkan Indonesia Raya di negeri orang juga diungkapkan dua atlet putri lainnya, Indah Widyastuti dan Florence Carolina. Tampil untuk pertamakali di level Internasional tak membuat mereka canggung. Malah semakin termotivasi.

“Persiapan sudah matang, kami tak sabar untuk bertanding dan menang,” tekad Florence yang akan turun di kelas Women Sport Model.

Soal target, Perbafi yang mengutamakan pembinaan atlet, memang tidak main-main. Mereka yang dikirim ke ajang dunia adalah hasil seleksi yang mereka lakukan bertahap. Sebuah konsep matang dari organisasi yang sebenarnya belum berusia satu tahun ini.

“Konsep kami jelas, memberikan panggung kepada mereka yang memang layak. Kami tak akan pernah berhenti melahirkan atlet potensial untuk membela Indonesia,” harap Kemalsyah Nasution, Ketua Umum Perbafi. (fmc)

 

 

 

To Top