Rivai Ras Perpaduan Agamais dan Nasionalis – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Rivai Ras Perpaduan Agamais dan Nasionalis

unnamed

MAKASSAR — Bakal calon Gubernur Sulsel, Dr. Ir. H. Abdul Rivai Ras, MM. MS. M.Si yang disingkat ARR merupakan figur yang komplet. Putra asli Bone itu adalah perpaduan agamais dan nasionalis.

Sebagai anak pesantren, Rivai Ras (ARR) sudah barang tentu orang yang sangat konsen di bidang pembangunan agama khususnya di lingkungan masyarakat yang agamais. Sebagai figur yang dilahirkan dan dibesarkan dari pesantren,
ARR senantiasa mengedepankan basis moral agama sebagai senjata untuk menghadapi tantangan dan ancaman yang dapat melemahkan nilai-nilai moral dalam berbangsa dan bernegara.

“Maraknya dekadensi atau kemerosotan moral di kalangan generasi muda, dihadapkan pada pemikiran globalisme yang diwarnai dengan penetrasi budaya asing baik melalui media sosial maupun media lainnya. Itu mengindikasikan bahwa sulitnya membangun manusia seutuhnya yang mempunyai ketaatan dalam melakukan interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari,” papar Alumni Pondok Pesantren IMMIM Putra Modern itu.

ARR memandang bahwa agama adalah merupakan pilar penting dalam mengatasi permasalahan bangsa dan negara. Termasuk masalah-masalah yang terjadi di Sulsel berkaitan dengan maraknya penyalahgunaan narkoba, LGBT atau pergaulan bebas, dan munculnya sejumlah kenakalan remaja yang bersentuhan dengan kejahatan lingkungan seperti begal motor, pengrusakan sarana dan prasarana umum, dan sosial, serta kurangnya kesadaran dalam menjaga kebersihan kota alias membuang sampah sembarangan.

Karena itu, ARR menegaskan pentingnya pendidikan melalui pesantren adalah salah satu solusi untuk mengembalikan jati diri masyarakat yang mempunyai dan menjunjung tinggi budaya ketimuran. “Sebab, pesantren di samping sebagai pusat pendidikan agama Islam, juga menjadi pusat pemgembangan kebudayaan nusantara yang berakhlakul karimah,” ujar Pendiri dan Konseptor Universitas Pertahanan (Unhan) itu.

Pada saat orasi ilmiah di acara wisuda santri Pondok Pesantren Pendidikan Alquran IMMIM Putra Modern, akhir pekan lalu, sebagai bentuk komitmen mengembangan pesantren, ARR ingin mendorong pendidikan semacam ini dapat dimasyarakatkan di wilayah Sulsel. Tentunya, dalam rangka memadukan pemikiran agama dan kearifan lokal, sebagai sesuatu yang khas dalam membangun sumber daya manusia cerdas, bermartabat, dan mandiri.

Sebagai bentuk apresiasinya, ARR secara spontan memberikan hadiah uang tunai kepada tiga orang penghapal alquran 30 juz, sekaligus memberi bantuan wakaf untuk pembangunan kampus II pesantren IMMIM di Moncongloe Maros. Sedangkan dari sisi nasionalis, tentunya secara realitas ARR adalah seorang militer akademisi yang sangat responsif terhadap keberagaman dan pentingnya toleransi antarumat beragama.

Sekaitan hal ini, ARR berkomitmen akan mengayomi semua suku, agama, etnis, dan golongan yang terhitung minoritas untuk mendapatkan perlakuan sama baik secara sosial, hukum, maupun kesempatan untuk mendapatkan haknya sebagai warga negara. Setidaknya menurut Rivai, kelompok minoritas pendatang yang tinggal di Sulsel untuk mencari nafkah maupun menjadikan daerah ini sebagai tempat mencari kehidupan.

Alumni SMA Negeri 3 ini, meminta mereka menjadikan Sulsel sebagai rumah sendiri. Tidak ada membeda-membedakan antara masyarakat pendatang maupun masyarakat asli daerah Sulsel. Tingginya diskriminasi sosial, kata ARR, yang seringkali menempatkan kelompok minoritas termarjinalkan dianggap suatu bentuk menurunnya rasa empati terhadap sesama umat dan munculnya degradasi atas ketaatan terhadap konstitusi UUD 1945 dan pancasila sebagai pijakan falsafah bangsa.

“Dalam era globalisasi yang demikian dinamis dan penuh ketidakpastian, tentunya kehadiran saya berupaya semaksimal mungkin menjawab semua tantangan itu,” kunci Alumni Unhas ini.
ARR sendiri mengusung tagline Sulsel Hebat dalam sektor pendidikan, keamanan, kesehatan, ekonomi, maritim, transportasi, pertanian, dan budaya. (DAS)

loading...
Click to comment
To Top