Indonesia tak Mampu Lagi Bersaing Transportasi Darat, Harusnya…. – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ekonomi & Bisnis

Indonesia tak Mampu Lagi Bersaing Transportasi Darat, Harusnya….

Fahri Hamzah saat melihat bagan proses pembuatan Koran Fajar.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menegaskan, Indonesia sekarang tidak akan bias mampu lagi bersaing dalam membangun transportasi darat.

Segala tekhnologi telah tersedia, dan sudah digunakan oleh negara-negara maju selama puluhan tahun. Indonesia tinggal menggunakannya saja. Namun bukan berarti Indonesia harus tertinggal dari negara barat.

Yang harus dilakukan Indonesia adalah bersaing dalam transportasi laut. Karena Indonesia adalah negara maritime.

“Indonesia tidak akan bersaing dalam transportasi darat. Sudah selesai, sudah sampai di puncaknya, yang bersaing sama Barat adalah China.” Kata Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat diundang redaksi Fajar.co.id sekaligus diskusi tematik Fajar.co.id dengan Tema’ Menadang Indonesia dari Timur.’ Diskusi dipandu langsung oleh Kepala Fajar Grup Perwakilan Jakarta Andi Muhammad Ilham didampingi Pemimpin Redaksi Fajar.co.id, Taufik Kadafik Namakule, di ruang redaksi Fajar.co.id, Rabu (27/4).

Menurutnya, satu-satunya harapan kita adalah membangun infrastruktur dari laut, misalkan bikin kapal induk yang besar, “bila perlu semua mobil bias dimuat, sehingga transportasi laut menjadi primadona. Sebab negara kita ini kepulauan.” Kata Fahri.

Dia menjelaskan, minset berfikir pemerintah Indonesia harus diubah. Sehingg sentra-sentra ekonomi baru dapat tercipta. “Itu yang saya bilang minset.” katanya.

“Saat ini saja kepulauan seribu tidak diurus sebagai laut, tapi diurus sebagai darat. Di pulau seribu ada 113 pulau ditaru sebagai kabupaten Administrasi. Tidak punya kewenangan, otonomi, dan akhirnya seperti tempat pembuangan sampah.”

“Dan memang tempat sampah, sembilan muara kali mengalir ke sana. Minset orang-orang pulau seribu hanya menjadi tempat sementara, ekspektasinya tinggal di jakarta. Dan 60 persen orang pulau seribu menjual tanahnya, akhirnya tana dan pulau-pulau kebanyakan milik pribadi.” Katanya. (fajar).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top