Memilih Mundur, Rustam Effendi Tuai Pujian – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Jabodetabek

Memilih Mundur, Rustam Effendi Tuai Pujian

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Anggota DPRD DKI Maman Firmansyah mendukung sikap Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi yang memilih mundur dari jabatan.

Menurutnya, Rustam telah menunjukkan integritasnya yang tinggi dan patut diteladani.

”Sekarang kami tahu Pak Rustam tidak haus jabatan. Beliau rela mundur, mana kala hati nuraninya terusik melihat rakyat korban gusuran hidup sengsara,” ujar Maman, Selasa (26/4/2016).

Politikus PPP ini pun berharap para pejabat Pemprov DKI lainnya memiliki keberanian seperti Rustam.

Dikatakannya, perintah atasan tidak harus dituruti jika itu bertentangan dengan hati nurani dan kepentingan rakyat.

”Apabila merasa tugas yang diberikan atasan bertentangan dengan hati nurani, lebih baik mundur. Kalau tetap melakukan, padahal tahu itu hal yang salah maka mereka akan menyesali di kemudian hari. Tidak perlu takut kehilangan jabatan,” cetusnya.

Lukman, 40, salah satu warga Luar Batang, Jakarta Utara juga menaruh simpati pada Rustam Effendi. Menurutnya, mundurnya Rustam menandakan bahwa dia masih memiliki hati nurani. ”Sebagai pejabat yang baik beliau tidak tega melihat rakyat menderita,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan warga lainnya, Mansyur, yang mengaitkan kemunduran Rustam dengan keterlibatannya dalam rencana penggusuran Luar Batang dan Pasar Ikan.

Menurut dia, Rustam masih punya hati nurani. ”Kami sangat yakin salah satu alasan kenapa dia mundur karena dia masih punya hati nurani, dia tahu aturan.

Enggak mungkin rumah penduduk yang punya surat yang sah ini akan bisa beliau gusur sesuai dengan perintah atasannya,” jelasnya.

Mansyur memastikan bahwa warga di kawasan Luar Batang ada yang memiliki sertifikat tanah resmi.

Mereka sampai meminta Yusril Ihza Mahendra menjadi kuasa hukum mereka. Berkat itu, Pemprov DKI mengundurkan penertiban di Luar Batang menjadi akhir 2016.

Selain Mansyur, ada mantan Ketua RW 04 Pasar Ikan, Penjaringan, Muhammad Asfah, yang juga mengapresiasi pengunduran diri yang diambil Rustam.

Menurut Asfah, mundurnya Rustam karena tidak ada apresiasi yang diberikan oleh pimpinan terhadap kinerjanya.

Meski demikian, penggusuran yang telah dilakukan Rustam sebagai wali kota Jakarta Utara jelas menjadi luka yang sulit dihapus warga Pasar Ikan.

”Akhirnya, dia juga merasakan yang kami rasakan dan kekecewaan oleh perilaku arogan seorang pemimpin. Itulah yang kami rasakan sakitnya kebijakan dari Bang Rustam,” ujar Asfah. (wok/dil/jpnn)

Click to comment
To Top