Menurut FH, Begini Cara Ideal Memacu Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Timur – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Menurut FH, Begini Cara Ideal Memacu Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Timur

Wakil Ketua DPR RI bersama Kepala Kantor Perwakilan Fajar Grup Jakarta, Andi Muhammad Ilham.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA—Sentra ekonimi harus dibuka ke wilayah Timur. Banyak cara yang bisa dilakukan sehingga kawasan Timur bisa menjadi basis-basis ekonomi baru, dan kesejahteraan tumbuh merata.

Salah satu cara yang paling ampuh adalah dengan adanya mobilitas atau jalur lalulintas baru yang selama ini melintasi wilayah barat, dialihkan ke wilayah timur Indonesia.

Demikian pandangan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat diundang redaksi Fajar.co.id sekaligus diskusi tematik Fajar.co.id dengan Tema’ Menadang Indonesia dari Timur.’ Diskusi dipandu langsung oleh Kepala Fajar Grup Perwakilan Jakarta Andi Muhammad Ilham didampingi Pemimpin Redaksi Fajar.co.id, Taufik Kadafik Namakule, di ruang redaksi Fajar.co.id, Rabu (27/4).

Ada tiga konsep dan argument yang dibawakan oleh Fahri Hamzah dalam diskusi, yakni pandangan secara ekonomi, politik, dan budaya.

Khusus untuk ekonomi, dia menekankan pada perang dagang yang sedang berkecamuk saat ini. Yang melibatkan negara-negara barat terutama Amerika berhadap-hadapan dengan China.

“Sengketa di laut China Selatan, adalah perang ekonomi. Tapi klaim China lebih kuat, karena nama China ada di laut tersebut. Dan Amerika tidak bisa berbuat banyak.” Katanya.

Fahri mengatakan, China betul-betul telah menerkam dunia. Dia melampuai perekonomian negara-negara lama. Bisa dibilang telah melampuai Amerika.

AS sebagai negara kapitalis tidak mau kalah. Karena itu AS beralih dari laut China selatan menuju laut Pasifik. Amerika saja lari ke timur.

“Saya sejak lama telah mengatakan, kenapa Indonesia tidak lari ke Timur. Orang di Jakarta berfikir, larinya ke Singapur, dan lainnya.” Katanya.

Mereka tidak berfikir untuk menciptakan sentra ekonomi baru di Timur. “Kenapa tidak ada rute dari Jakarta, Bali, Makassar, Biak dan menuju Hawai. Jalur ini lebih dekat. Sekarang Biak seperti Kota Mati. Jangan tanggung, tapi seret segera ke Pasifik.” Katanya.

Dia bahkan berkelakar, di Jakarta sendiri tempanya uda tidak ada. Kuburan aja dipajak. Kalau kita buka Timur maka lebih baik. Dan itu memperkuat integrasi Indonesia. Tapi satu narasi itu perlu tenaga.

“Butuh juru bicara lebih kuat dan masif cara berfikirnya. Saya rasa perspektif ini harus diterapkan oleh pemerintah.” Katanya. (fajar)

Click to comment
To Top