Penyesuaian Pangkat, Tiga PNS di Sidrap Berijazah Palsu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Penyesuaian Pangkat, Tiga PNS di Sidrap Berijazah Palsu

PNS_

FAJAR.CO.ID, SIDRAP- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidrap menahan tiga Pegawai Negeri Sipil (PNS) pemkab setempat yang tersandung kasus ijazah palsu dalam penyesuaian pangkat dan golongan.

Ketiganya merupakan staf Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda). Masing-masing Muh Akhir Januari, Ramdy Joem, serta Ferawati. Mereka resmi ditahan di kejaksaan setelah surat penahanan oleh kejari terbit, Selasa (26/4).

Ketiganya menjadi tersangka kasus dugaan penggunaan ijazah palsu yang dilaporkan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Muhammadiyah Rappang.
Kepala Kejaksaan Negeri Sidrap, Jasmin Simanullang melalui Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum), Aidil membenarkan penahanan tiga tersangka, yang dilakukan bersamaan dengan penyerahan barang bukti. Kejaksaan menyatakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ketiga tersangka lengkap alias P21.

“Kasusnya sudah masuk tahap dua penyerahan tersangka dan barang bukti. Ketiganya ditahan dengan pertimbangan dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti serta mengulangi perbuatannya,” ujar Aidil di kantornya, kemarin.

Adil menerangkan bahwa ketiga tersangka yang ditahan tercatat sebagai staf Dispenda Sidrap. Mereka disangka telah menggunakan ijazah palsu mencatut STISIP Muhammadiyah Rappang untuk menyesuaikan pangkat/golongan.

Kabar penahanan M Akhir Januari, Ramdy Joem, serta Ferawati oleh kejaksaan, langsung disikapi pihak Dispenda Sidrap dengan mengajukan surat permohonan penangguhan penahanan ke kejaksaan.

Sekretaris Dispenda Sidrap, Asri berkenan menandatangani surat permohonan penangguhan itu. Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak kejaksaan belum merespons permohonan penangguhan tersebut.

“Apa boleh buat, namanya juga teman sekaligus bawahan terpaksa saya yang menjamin. Mudah-mudahan permohonan kami bisa dikabulkan pihak kejaksaan,” ujar Asri.
Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sidrap, Hijas memastikan ketiganya tidak akan dipecat sebagai PNS, meski kelak terbukti menggunakan ijazah palsu.

Berdasarkan surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Nomor 03/2015 tentang Penanganan Ijazah Palsu Aparatur Sipil Negara/TNI/Polri, ketiganya hanya akan diberikan sanksi penurunan pangkat atau golongan. “Tapi untuk saat ini kita masih lihat dulu perkembangannya,” kata Hijas. (bkm/fajar)

loading...
Click to comment
To Top