Ingat! Yayasan Univesitas Swiss German Bisa Digugat Karena Pungut uang Pembangunan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Internasional

Ingat! Yayasan Univesitas Swiss German Bisa Digugat Karena Pungut uang Pembangunan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Para orang tua dan mahasiswa Swiss German University (SGU) dapat menggugat pengurus Yayasan Swiss German University Asia (YSGUA) ke pengadilan karena memungut uang pembangunan, namun tidak digunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana berupa gedung perkuliahan.

Begitu dikatakan pengamat hukum Margarito Kamis, Kamis (28/4). Pernyataan itu dilontarkan menaggapi keluhan sejumlah orang tua mahasiswa SGU yang  mengkhawatirkan masa depan pendidikan anak mereka setelah mengetahui tanah dan gedung yang digunakan untuk perkuliahan ternyata bukan milik YSGUA.

Hal ini dinilai melanggar Kepmen No 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian perguruan Tinggi. Padahal, selain membayar uang kuliah hingga ratusan juta rupiah, saat mendaftar kuliah, setiap mahasiswa juga dikenakan uang pembangunan hingga Rp 58.500.000. Mereka kecewa karena uang tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya.

Sejumlah orang tua telah berkirim surat dan meminta pemerintah turun tangan menyelesaikan masalah tersebut demi menyelamatkan pendidikan anak-anak mereka.
Para orang tua dan mahasiswa, tambah Margarito, bisa membawa berkas-berkas bukti pembayaran uang pembangunan untuk diserahkan ke pengadilan perdata.

“Berkas-bekas itu nanti akan menjadi bukti di pengadilan,’’ terang Margarito.

Menurutnya, jika YSGUA terbukti melanggar Kepmen No 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian perguruan Tinggi, maka pemerintah berhak menjatuhkan sanksi tegas.

Sementara anggota Komisi X DPR RI, Junico Siahaan atau yang akrab dipanggil Niko Siahaan mengaku sangat prihatin dan bisa memahami keresahan para orang tua mahasiswa.

“Kalau saya jadi orang tua mahasiswanya, pasti saya resah. Apalagi gara-gara ini banyak mahasiswa yang tertunda diwisuda,’’ ujarnya.

Menurut Niko, dirinya sudah sering melihat kasus serupa di universitas lain. Pihak yang dirugikan tetap mahasiswa. “Karena itu, kami minta pemerintah turun tangan menyelamatkan mahasiswa,’’ ujarnya. ‎[sam]

Click to comment
To Top