Pesan Politikus PDIP, Pak Jokowi Jangan Lupa Janji Kampanye untuk Buru – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Pesan Politikus PDIP, Pak Jokowi Jangan Lupa Janji Kampanye untuk Buru

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Presiden Jokowi  diingatkan agar mematuhi “Piagam Marsinah” sebagaimana dijanjikannya saat kampanye pada Pemilihan Presiden 2014.

“Kami mengingatkan kembali tentang Piagam Marsinah yang dibacakan Pak Jokowi saat kampanye untuk Pilpres pada 5 Juli 2014 lalu,” kata Anggota Komisi VI DPR, Rieke Diah Pitaloka, pada Dialektika Demokrasi bertema “May Day dan Negara” di Media Center DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/4).

Menurutnya, Piagam Marsinah perlu diingatkan kembali karena buruh masih menghadapai tiga persoalan. Pertama pekerjaan yang layak bagi setiap buruh. Kedua, upah yang layak. Ketiga, kehidupan yang layak bagi buruh Indonesia.

Menurutnya, ketiga isi piagam itu bertentangan dengan sistem pengupahan alihdaya (outsourching). “Outsourching merupakan bentuk perbudakan di zaman modern,” kata politisi perempuan PDI Perjuangan ini.

Selain itu, dia menambahkan bahwa disparitas yang lebar atas penggajian di perusahaan badan usaha milik (BUMN) negara juga memperburuk wajah perburuhan di Indonesia selain masalah outsourcing.

“Presiden Jokowi harusnya mempunyai kebijakan yang berpihak pada buruh Indonesia yang kini berada di era Masyarakat Ekoomi Asean (MEA).

Pada bagian lain Rieke menyoroti i sistem pengelolaan dan penggajian pada sejumlah BUMN belum transparan di samping tidak mencerminkan keadilan. “Coba lihat itu gaji di BUMN antara komisaris, direktur dan karyawan, bedanya jauh sekali,” ujarnya.

Lebih jauh Rieke membeberkan bagaimana gaji seorang komisaris BUMN yang mencapai puluhan juta rupiah. Padahal pekerjaannya tidak setiap hari datang, alias hanya setahun sekali dalam RUPS.

“Contoh di Bulog, ada karyawan yang gajinya hanya Rp700.000/bulan. Padahal sudah bekerja lama. Beda dengan komisaris yang tidak terlalu berat, dapat puluhan juta,” demikian Rieke.[zul]

To Top