Disini, BPJS Kekurangan 3.000 Dokter – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Disini, BPJS Kekurangan 3.000 Dokter

bpjs

FAJAR.CO.ID, MANADO – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Sulawesi Utara (Sulut) kekurangan 3.000 dokter pelayanan untuk fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama.

Berdasarkan data data Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), perbandingan ideal dokter dan pasien memenuhi rasio 1:2.500. Satu orang dokter melayani 2.500 pasien.

Dengan rasio itu pelayanan kesehatan akan lebih merata. Semetara saat ini rasio dokter di BPJS Kesehatan seluruh Sulut 1-5.000.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan Sulut hampir sebagian besar pelayanan kesehatan telah ditangani.Setiap faskes telah dilengkapi dokter umum.

Sementara jumlah peserta BPJS se-Sulut saat ini sebanyak 1.659.777 jiwa. Sedangkan jumlah faskes tingkat pertama sebanyak 363, sudah termasuk dokter, klinik, dan puskesmas.

Juru bicara (jubir) BPJS Manado, Rahmat Eka mengungkapkan, bila jumlah faskes dikalikan 2.500 peserta, maka baru, maka baru 907.500 jiwa yang terlayani secara ideal. Masih ada dibutuhkan 3000 dokter lagi untuk melayani 752.277 jiwa peserta.

“Saat ini standar perbandingan yang digunakan BPJS 1:5.000,” ujar juru bicara BPJS Manado, Rahmat Eka dilansir Manado Post, Kamis (28/4/2016).

Untuk itu, katanya, pihak BPJS masih menerima dokter umum lainnya yang ingin menjadi mitra BPJS untuk memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat Sulut.

Dia menyebutkan, bagi dokter yang ingin menjadi mitra BPJS cukup memasukkan surat izin praktek, NPWP, perjanjian kerjasama, dan surat pernyataan kesediaan mematuhi ketentuan JKN.

“Dalam ajakan untuk kerjasama, fasilitas kesehatan (puskesmas dan sejenisnya) atau dokter praktek perorangan dapat bersurat ke BPJS Kesehatan dengan melampirkan segala aspek yang menjadi persyaratan,” sambung Rahmat Eka.

Untuk diketahui, seorang dokter yang menjadi mitra BPJS Kesehatan mendapatkan honor pelanyanan per bulan berkisar Rp10-50 juta.

Angka itu diambil dari setiap pasien yang ditangani, dokter akan dibayar Rp2.500. “Tergantung jumlah peserta yang datang berobat,” tandasnya. (ctr-04/fir/iil/JPG)

loading...
Click to comment
To Top