Modus Penyelundupan Narkoba ke Lapas makin Canggih. Pura-Pura Parkir, Lempar Koplo lewat Tembok – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Modus Penyelundupan Narkoba ke Lapas makin Canggih. Pura-Pura Parkir, Lempar Koplo lewat Tembok

PIL KOPLO: Obat penenang bermerek Calmet Alprazolam yang dilemparkan ke Lapas Wirogunan, Yogyakarta. Foto: Riza SN/Radar Jogja

FAJAR.CO.ID, JOGJA – Upaya memperketat penjagaan lembaga pemasyarakatan untuk mencegah masuknya narkotika dan obat terlarang (narkoba) ternyata tak sepenuhnya membuat jera. Sebab, ada saja yang berupaya memasukkan narkoba ke lapas.

Lapas Wirogunan di Yogyakarta inilah contohnya. Kamis (28/4), lapas yang beralamat di Jalan Tamansiswa Nomor6, Jogja itu mendapat kiriman paket berisi 65 butir obat penenang alias pil koplo. Modusnya adalah dengan melemparkan paket berisi obat ke lapas.

Kalapas Wirogunan Zaenal Arifin mengatakan, aksi pelemparan itu diduga terjadi pada jam istirahat sipir. Kiriman dari orang tak dikenal itu jatuh di belakang sel blok A, tepatnya antara sel blok A2 dan A3.

”Kami dapat informasi akan ada barang masuk dan langsung bergerak. Setelah mencari di beberapa gang antarblok, kami temukan kiriman tersebut berbungkus plastik hitam,” katanya  seperti dikutip Radar Jogja.

Setelah dibuka, paket itu berisi dua buah tomat merah dan dua bungkus rokok bekas. Ternyata tomat dan bungkus rokok itu untuk mengemas  pil koplo.

Zaenal memerinci, pil kolo yang dilemparkan ke kompleks lapas itu bermerek Calmet Alprazolam. Totalnya ada 6,5 setrip dengan jumlah total 65 butir.

Zaenal menjelaskan, dokter lapas sudah memeriksa kategori obat yang dilemparkan. Calmet Alprazolam memang jenis obat penenang.

”Kami memiliki dokter khusus yang melakukan pengecekan. Keterangan dokter kami, menyebutkan obat-obatan ini termasuk obat penenang,” jelasnya.

Namun, pihal lapas belum mengetahui pelaku pelemparan.  ”Siapa dan kapan melemparnya tidak terdengar karena berisi buah tomat. Waktunya saat istirahat,” katanya.

Karenanya pihak lapas akan melakukan koordinasi dengan kepolisian untuk mendalami kasus titu. Sebab, pihak lapas kesulitan menelusuri pengirim dan napi penerima pil koplo itu karena minimnya bukti.(riz/ila/jpg/ara/jpnn)

Click to comment
To Top