Tiga Rekening Napi Kasus Narkoba Diblokir, Tunggu Analisis PPATK – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Tiga Rekening Napi Kasus Narkoba Diblokir, Tunggu Analisis PPATK

FAJAR.CO.ID, BANDARLAMPUNG – Tiga rekening milik Narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandarlampung, Provinsi Lampung,  Tedi Sudrajat, masih diblokir Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Pemblokiran itu atas permintaan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung untuk mengusut tindak pidana pencucian (TPPU) yang dilakoni Tedi dari jaringan peredaran narkoba di luar lapas.

Selama Tedi mendekam di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandarlampung, istrinya Desiyani, masih menjalani praktik peredaran narkoba dengan menggunakan tiga rekening itu sebagai lalulintas uangnya.

Sementara satu rekening diserahkan kepada rekan Tedi. Sang rekan adalah napi yang kini sudah bebas. Ia juga diduga terlibat jaringan peredaran narkoba tersebut.

Kasi Intelijen BNNP Lampung AKP Defrizon mengatakan, hal ini diketahui dari hasil pemeriksaan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus peredaran narkoba tersebut.

”Dua rekening digunakan Tedi dan istrinya. Satu lagi untuk rekannya. Dia juga napi yang saat ini sudah bebas,” kata Defrizon dilansir Radar Lampung (Fajar Group), Sabtu (30/4).

Menurut dia, tiga rekening itu sudah diblokir oleh bank. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga tengah menganalisis transaksi yang ada dalam rekening tersebut. ”Sampai saat ini mutasi PPATK belum dikeluarkan,” sebut dia.

Sementara, penyidik masih melengkapi berkas pemeriksaan Tedi Sudrajat yang saat ini dipindahkan ke Lapas Kelas IA Rajabasa. Dalam waktu dekat, berkas akan dilimpahkan ke kejaksaan. ”Masih dalam pemberkasan. Masa penahanan juga diperpanjang 40 hari,” sebut Defrizon.

Untuk dua kurir Ahmad Hadi dan Abdul Sanusi, penyidik BNNP Lampung sudah melakukan pelimpahan tahap II. Mereka dijerat pasal berlapis. Yakni pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 2 serta pasal 132 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika.

Dugaan penyelundupan narkoba ke lapas ini diawali dari penangkapan Abdul Sanusi dan Ahmad Hadi, Rabu (2/3). Dari keduanya, petugas menyita 30 ons sabu-sabu dan 1.300 ekstasi. Mereka diminta oleh Tedi Sudrajat, untuk menjalankan bisnis di luar lapas.

Berdasar hasil pemeriksaan, BNNP kemudian menetapkan Ronald, oknum sipir di lapas tersebut sebagai tersangka. Begitu juga dengan Tedi dan istrinya Desiyani. Penyidik BNNP Lampung juga membidik pasangan suami istri ini dengan TPPU. (red/c1/ais/iil/JPG)

Click to comment
To Top