Kunci Sukses. Rahasia Merawat Anakan Murai Batu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Interest

Kunci Sukses. Rahasia Merawat Anakan Murai Batu

SUMBER FOTO: m.luwap.info

Perlu Kesabaran Dan Ketulusa Hati
Perlu kita ketahui, merawat anakan Murai Batu yang baru menetas tidaklah mudah. Tidak seperti merawat burung yang sudah bisa makan sendiri. Seperti yang kita, anakan Murai Batu yang baru menetas memerlukan perhatian dan kesabaran ekstra dalam perawatannya. Sampai anakan tersebut berusia lebih dewasa dan bisa hidup mandiri. Tentu hal ini menjadi harapan kita.

Anakan Murai Batu yang baru saja menetas sangat rentan terhadap gangguan lingkungan dan cuaca. Perlu kesabaran yang tulus dan keseriusan dalam merawat anakan tersebut. Yang pertama kita harus selalu jaga pola makannya. Biasanya, anakan Murai Batu sampai bisa makan sendiri sampai berumur kurang lebih enam belas hari. Masa enam belas hari inilah kondisi yang sangat rawan. Kita tidak boleh telat memberikan makan atau meloloh dengan makanan yang terlah kita siapkan sebelumnya. Setiap satu jam sekali kita harus mengontrolnya dan melolohnya.

Untuk menghadapi cuaca ekstrim yang sering terjadi belakangan ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk keberhasilan kita dalam merawat Anakan Murai Batu. Caranya seperti yang akan dijelaskan dibawah ini.

  • Berikan tempat yang nyaman untuk anakan tersebut. Kita bisa menggunakan sangkar kotak ukuran no 3, yang seluruh bagian sisinya telah kita tutup dengan kain atau kerodong.
  • Jagalah suhu dalam sangkar tersebut tetap setabil. Kita bisa menggunakan lampu pijar untuk memberikan rasa hangat di malam hari dan juga di siang hari apabila diperlukan.
  • Pakan lolohan, kita bisa mencampur antara voor, kroto dan Ebod Vit. Ini bertujuan supaya anakan tidak kekurangan nutrisi yang dibutuhkan.
  • Periksalah kondisi anakan setiap satu jam sekali sambil diloloh.
  • Lakukan hal ini sampai anakan Murai Batu bisa mandiri atau makan sendiri.
  • Yang perlu diperhatikan juga, jagalah kebersihan kandang dan lingkungan.

Perawatan Lanjutan
Setelah anakan Murai Batu bisa makan sendiri, kita melanjutkan rawatan sampai anakan tersebut tumbuh dewasa. Tentu rawatannya berbeda lagi. Pemberian pakan sudah bisa menggunakan voor yang kasar. Wadah untuk memberikan kroto juga sudah terpisah. Jangan lupa tetap memberikan jangkrik 10 ekor pagi hari dan sepuluh ekor sore harinya.

Untuk anakan yang telah beranjak dewasa kita harus mengajarkannya mandi dengan menggunakan keramba. Hal ini sangat diperlukan untuk memberikan kebiasaan Murai Batu tersebut untuk merawat bulunya. Karena sebentar lagi anakan Murai Batu tersebut masuk fase dewasa. Siklus pergantian bulu atau mabung akan dilaluinya.

Perawatan Murai Batu yang telah dewasa tidaklah terlalu sulit. Sekarang yang diperlukannya adalah pemasteran. Harapannya Murai Batu tersebut dapat berprestasi dilomba-lomba burung berkicau. Untuk menjaga stamina Murai Batu tersebut tetap prima dan sehat, kita bisa memberikannya Ebod Vit setiap hari. Pemberian Ebod Vit setiap hari tidak menimbulkan efek samping. Karena Ebod Vit dibuat dari bahan-bahan yang alami dan diracik secara hygienis. Karena itu Ebod Vit bisa larut dengan sempurna dalam proses metabolisme Murai Batu. (sumber: klik di sini / wisnucpy)
loading...
Click to comment
To Top