Tamara Terbuka, Saat Kejadian Penjabakan di Bali, Sobrat Ngomong Aku Istrinya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hiburan

Tamara Terbuka, Saat Kejadian Penjabakan di Bali, Sobrat Ngomong Aku Istrinya

tamara

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Sobrat mengenalkan diri sebagai fens berat Tamara pada 2012. Sejak itu, Sobrat melancarkan teror diantaranya ancam membunuh terhadap semua teman bule Tamara.

Proses hukum kasus penjambakan terhadap Tamara Bleszynski terus berjalan di Polsek Kuta Utara. Meski telah bertatap muka dengan terlapor Wayan Sobrat alias WS dan melakukan olah TKP, Tamara belum tenang lantaran status Sobrat belum tersangka. Model dan artis hot asal Bandung yang kini bermukim di Bali ini lantas menggelar jumpa media untuk men­jelaskan kondisinya yang mengalami teror, ancaman serta kekerasan oleh Sobrat.

“Ancaman bukan lewat SMS saja (ke orang-orang dekat Tamara), tapi (pernah) ketika saya jalan di Pantai (dekat villa mi­lik Tamara) dengan anak saya, dia datang, dia buntuti saya, lalu saya kabur,” beber Tamara di Denpasar, kemarin.

“Puncaknya ketika saya jalan dengan Adrian (bule teman dekat Tamara) dan anak saya, saya ditarik, saya dibilang, ‘Kamu istri saya, kamu istri saya di Pulau Jawa. Beri saya anak, beri saya anak’,” lanjut bekas istri Mike Lewis ini.

Ketika itu Adrian tidak terima den­gan perlakuan Sobrat yang sempat meraih anak bungsu Tamara.

“Dia (WS) kan sentuh anak saya. Teman saya bilang, ‘Jan­gan sentuh anak itu!’. Kemu­dian Wayan Sobrat marah-marah, ngomong ngaco dan tidak masuk akal, kemudian pergi,” jelas Tamara.

Bagaimana ceritanya Tamara dan Sobrat bisa kenal dan berhubun­gan?

“Saya kenal sama Wayan Sobrat, awalnya saya diperke­nalkan oleh te­man saya pada 2012. Saat itu, banyak orang dan bukan hanya dia saja. Diperkenal­kan sebagai fans (penggemar),” jawab Tamara.

Beberapa bulan se­sudah itu, Tamara men­gaku mendapatkan teror berupa pesan singkat yang diduga disampaikan WS kepada temannya. SMS tersebut disimpan oleh teman Tamara dan akhirnya diberitahukan kepada bintang film Issue dan Air Terjun Pengantin ini.

“Setelah saya diperingatkan oleh teman saya untuk berhati-hati. Saya tahu kalau mantan suami saya, Mike Lewis, juga diancam. Bahkan banyak kata-kata bahwa saya dibilang bodoh, bahkan sampai mengancam siapa pun bule yang dekat Tamara akan dibunuh,” tutur Tamara.

Tamara mengaku mengalami kekerasan dan an­caman oleh WS ketika berboncengan dengan Adri­an di Jalan Echo Beach, Canggu, Kuta Utara.

Ketika itu WS tiba-tiba menghadang dan memepet motor mereka sebelum menjambak rambut Tamara.

Sebelumnya, Tamara membacakan surat pernyataan WS dengan isak tangis. Isi suratnya; 1. Tidak akan menganggu baik secara fisik maupun mental atau langsung dan tidak langsung terhadap keluarga dari Adrian dan Tamara yang bertempat tinggal berlokasi di daerah Jalan Patimujan Badung ��” Bali. Lalu 2. Di bawah segala isu-isu yang saya sebarkan yang saya berhubungan dengan Tamara, itu tidak benar, yaitu Tamara sebagai kekasih, istri, semua saya lakukan berdasarkan kekaguman saya terhadap Tamara yang berlebihan dan di luar batas yang tidak sepatutnya saya lakukan.

Gung Oming, kuasa hukum Tamara menya­takan, Sobrat ingin memutarbalikkan fakta yang sebenarnya terjadi. Itu terkuak melalui sebuah pesan singkat dari Sobrat kepada dirinya.

“Ada pesan yang disampaikan kepada saya bahwa Sobrat ingin memutarbalikkan fakta bahwa dirinyalah yang menjambak Tamara,” ucapnya.

Dalam hal itu, Sobrat mengungkapkan supaya Gung Oming diam saja. Keterangan Sobrat akan berbalik.

“Ia (Sobrat) menjambak Adrian, bukan Tamara. Dan itu demi popularitas Tam. Itu yang dikatakan pada saya,” kata Gung Oming menirukan isi pesan Sobrat pada dirinya.

Sementara itu, kerabat dekat atau keluarga Ta­mara, Ngurah Artha membenarkan hal tersebut. Ia pun tak menyangka jika dahulu Sobrat dan Tamara sudah pernah didamaikan di rumahnya. Bahkan, Sobrat sudah pernah meminta maaf.

Namun, Sobrat mengulangi lagi aksi penganca­man, terlebih ada aksi kekerasan (penjambakan) terhadap Tamara saat ini. “Posisi Tamara saat ini sudah cukup tertekan, saya meminta supaya Sobrat tidak menganggu lagi Tamara. Dia di sini berharap hidupnya damai. Dan Tamara juga merupakan sosok yang baik karena bergerak di bidang sosial untuk pengidap kanker dan kegia­tan sosial lain­nya,” ujarnya. ***

loading...
Click to comment
To Top