Biar Aman Garap Pacar di Kosan Wanita. Kumbang Menyamar Pakai Jilbab – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Biar Aman Garap Pacar di Kosan Wanita. Kumbang Menyamar Pakai Jilbab

ilustrasi

Sebagai Kota Pelajar, Banjarbaru kerap menjadi tujuan utama para pelajar dari pelbagai pelosok di Banua. Jauh dari orang tua membuat mereka bersikap permisif dan bebas, termasuk dalam urusan seks pranikah.
=====================

Berlenggak-lenggok layaknya wanita, Kumbang – mahasiswa perguruang tinggi di  Banjarbaru ini masuk ke dalam sebuah kos-kosan wanita di Kompleks Beringin, Banjarbaru, Kamis malam lalu.  Jilbab yang dikenakannya membuat aksinya ini nyaris tanpa hambatan.

Meski begitu, aksi si Kumbang rupanya terendus warga yang tengah melakukan patroli malam alias ronda.  Tepat Jumat (22/4) sekira pukul 02.00 Wita,  warga menggerebeknya tidur di kamar kost bersama pacar wanitanya.
Kumbang ketahuan. Warga merasa curiga dengan postur tubuhnya yang tinggi seperti  lelaki. Kecurigaan warga ternyata benar. Saat di dalam kamar kost si Kumbang membuka penyamarannya.  Jilbab dan cadar yang ia kenakan dilepas. Tampaklah wujud asli si Kumbang yang menyamar sebagai perempuan ini.
“Karena curiga, warga lalu memantaunya. Selama dua hari berturut-turut, pria itu selalu datang pada malam hari dan pulang subuh,” Ketua RT 029 Rudy Supriadi, kepada Radar Banjarmasin.
Aksi berani Kumbang  cukup mengguncang masyarakat Banjarbaru, bahkan Kalimantan Selatan. Penggerebekan memang kerap terjadi di kota Banjarbaru, tetapi warga tak menyangka modusnya semakin canggih. Aksi “ninja” ke kos-kosan wanita
itu  hanya satu dari puluhan kasus yang sudah diungkap oleh warga dan Satpol-PP Banjarbaru.
Berdasarkan data dari Satpol PP Banjarbaru, di tahun 2016 saja sudah ada enam pasangan mesum yang mereka tindak. Dan keseluruhannya adalah mahasiswa yang datang dari luar daerah. “Rata-rata memang dari luar daerah dan berkuliah di Banjarbaru. Ada yang dari Kotabaru, Amuntai, Rantau dan Pelaihari,” ungkap Kasi Operasional dan Pengendalian Satpol PP Banjarbaru, Fitryadi.
Ia sangat menyayangkan dengan perilaku mahasiswa sekarang. Seringkali Satpol-PP selalu mendapatkan laporan dari warga mengenai kelakuan nakal mahasiswa. “Mulai dari mesum, mengkonsumsi minuman keras hingga obat-obatan terlarang,” katanya.
Khusus aksi mesum, merupakan pelanggaran yang paling mereka soroti. Lantaran, dari tahun ke tahun jumlah kasus tak mengalami penurunan. “Tahun 2015 mencapai 20 kasus, sedangkan di awal tahun 2016 ini sudah ada enam kasus yang terungkap,” ujar pria yang akrab disapa Bang Fitry ini.
Ia menceritakan, selama menjalankan tugas sebagai anggota Satpol-PP, mereka bahkan pernah menangkap lima pasangan mesum hanya dalam satu malam. “Semuanya berkat laporan dari warga,” katanya.
Modus para pasangan pun bermacama-macam, ada yang beralasan sedang melaksanakan tugas kampus. Ada pula yang mengaku sedang belajar kelompok. Lalu yang terakhir masuk ke kos kekasih dengan cara menyamar sebagai perempuan, menggunakan jilbab. “Belajar kok sampai subuh dan kamar dikunci,” tambah Fitry.

Ia melanjutkan, banyak kejadian unik yang mereka temukan ketika melakukan penggerebekan. Salah satunya ketika mereka membongkar aksi mesum di kos putri tahun lalu, saat itu salah seorang penghuni kos menyembunyikan kekasihnya di dalam lemari. “Karena warga melihat ada pria masuk, jadi kami cari dan akhirnya ketemu sang pria ada di dalam lemari,” lanjutnya.
Tak jarang pula mereka menemui pasangan mesum dalam keadaan bugil, ketika melakukan penggerebekan. “Pokoknya banyak kejadian konyol, akibat kelakuan mahasiswa,” kata Fitry.
Lalu hukuman apa yang diberikan kepada pelaku mesum? Fitry mengakui  mereka hanya memberikan pembinaan dengan cara memanggil kedua orang tua pelaku, serta menyuruhnya membuat surat pernyataan dan berjanji tidak mengulangi aksi mesum lagi. “Kalau sudah berjanji kami lalu melepaskan mereka, dan kejadian itu kami rahasiakan agar tak diketahui oleh pihak fakultas,” ungkapnya.
Mereka sengaja tidak melaporkan aksi mesum mahasiswa ke fakultas. Dengan alasan, agar perkuliahan mahasiswa tidak terganggu. “Kasihan kalau fakultas tahu, bisa-bisa mahasiswa itu diberhentikan,” pungkas Fitry.
Fenomena seks pranikah ini sendiri seringkali berbuah penyesalan. Seperti yang dialami
pasangan BT dan TS yang menjalin hubungan tanpa status perkawinan. Hubungan terlarang ini tak diketahui oleh kedua orang tua mereka.  Dari asmara tanpa surat nikah ini, pasangan mahasiswa ini telah dikaruniai satu anak laki-laki berusia empat tahun.
BT dan TS saat ini masih berstatus sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Banjarbaru. Mereka menganggap menyembunyikan anak dari orang tua merupakan jalan terbaik. Mereka mengaku tak ingin orang tua mereka malu telah memiliki cucu dari hubungan terlarang.  “Kalau libur panjang saya pulang kampung seperti mahasiswa lainnya, pacar saya juga. Dan anak, kami tinggal di rumah teman,” kata  mahasiswa asal Buntok, Kalteng ini. (ris/by/ran/Prokal.co)

loading...
Click to comment
To Top