Habis Garap Janda Satu Anak, Pria ini Merengek ke Polisi, Jangan Dipertemukan dengan Korban – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Habis Garap Janda Satu Anak, Pria ini Merengek ke Polisi, Jangan Dipertemukan dengan Korban

SF di interogasi polisi

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA- SF benar-benar matu kutu setalah berada di kantor polisi. Bahkan,  anak bungsu dari 8 barsaudara ini merengek-rengek untuk tidak dipertemukan dengan mantan pacarnnya, Bunga (nama samaran) yang berstatus sebagai janda satu anak.

Dikutip dari Prokal (Grup Fajar) Pelaku meminta maaf -kalau tidak ingin dibilang kangen- menjadi alasan SF “kebelet” bertemu dengan Mawar. Bahkan dalam pemeriksaan, anak bungsu dari 8 bersaudara itu, tak henti-henti “menggoda” polisi agar mengabulkan permintaannya.

Terang saja polisi terganggu dengan ucapan berulang-ulang SF yang menjengkelkan. Karena Mawar yang sudah lebih dulu diperiksa polisi sebagai korban, ogah bertemu dengan SF. Bahkan memandang wajah SF saja, Mawar seakan sudah muak.

Polisi pun hanya bisa mengelus dada dan menenangkan SF yang terus memikirkan ingin bertemu Mawar. Akibat perasaan bersalah itu, SF tak menjawab pertanyaan polisi dengan benar, saat ditanya seputar kasus pemerkosaan yang dilakukannya.

“Gara-gara menuruti permintaan dia (Mawar, Red) saya sampai tak ingat lagi mengirim uang ke ibu saya kalau gajian. Karena semua buat dia. Motor saya yang belikan. Begitu juga ponsel dan uang bayar kosnya. Itu semua saya beri. Karena saya dari awal sayang sama dia,” tutur SF meracau.

Walau semua yang diminta Mawar diberikan, cinta SF tak pernah berbalas. Meski begitu, pemuda berusia 27 tahun ini tak pernah kapok memberikan apa yang diminta Mawar.
“Saya salah. Saya sudah perkosa dia (Mawar, Red). Tapi saya mau ketemu untuk meminta maaf langsung. Karena biar begini, saya juga pernah belajar di pesantren,” kata SF masih meracau.

Memintaa maaf sepertinya terlambat. Karena jeratan hukum sudah menanti SF. Polisi yang telah menerima laporan resmi Mawar, mengenakan pasal 285 KUHP tentang perkosaan dan 351 KUHP tentang penganiayaan.

“Kalau digabungkan ancaman hukumannya di atas 10 tahun,” terang Kapolsekta Samarinda Ilir Kompol Suryono.
SF memang memendam cinta kepada Mawar. Awalnya SF menawarkan beras kepada janda muda berusia 26 tahun itu. Tapi Mawar diminta mengambil sendiri beras itu di kontrakan SF di Jalan Lumba-lumba, RT 9, Kelurahan Selili, Samarinda Ilir. Peristiwa itu terjadi Rabu 13 April lalu.
Tak peduli sudah bertunangan, SF yang bernafsu melihat kemolekan tubuh Mawar itupun lupa diri. Hingga tiba-tiba SF mendekap Mawar dari belakang. Kontan, Mawar meronta. Dekapan SF terlepas.

Nafsu setan yang telah merasuk. SF tak peduli. SF kembali mendekap tubuh Mawar. SF berharap wanita yang pernah bekerja sebagai pegawai honorer di Sekretariat Provinsi Kaltim –kantor gubernur- itu, diam.

Mawar pun mencoba berteriak. Namun SF dengan cepat membekap mulut korbannya. Mawar akhirnya hanya hanya dapat menangis.
Merasa Mawar hanya pasrah, SF pun kian beringas. Usai membaringkan tubuh Mawar di lantai, SF buru-buru menarik celana yang dikenakan Mawar. SF ternyata sudah lebih dulu melepaskan celana yang dikenakannya. Dan SF pun menjalankan aksinya.

Mawar sendiri tak menyangka SF berbuat senekat itu. Keduanya sudah lama saling kenal. Bahkan, Mawar sudah menganggap SF sebagai saudaranya sendiri yang kerap membantunya. Namun di tengah aksi bejat SF, Mawar hanya menangis hingga SF menuntaskan “goyangannya”. (oke)

To Top