Orang Tua Bicara Jodoh, Di Sini Saya Sudah Punya Anak – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Orang Tua Bicara Jodoh, Di Sini Saya Sudah Punya Anak

Aksi nekat dilakukan oleh BT (24) dan kekasihnya TS (23). Tak ingin hubungan terlarang mereka terbongkar, hingga kini terpaksa menyembunyikan keberadaan anaknya RD (4), dari orang tua mereka.

==================

Enam tahun sudah pasangan BT dan TS menjalin hubungan tanpa status perkawinan. Hubungan terlarang ini tak diketahui oleh kedua orang tua mereka. Orang tua hanya tahu mereka datang ke Banjarbaru untuk Belajar. Dari asmara tanpa surat nikah ini, pasangan mahasiswa ini telah dikaruniai satu anak laki-laki berusia empat tahun.
BT dan TS saat ini masih berstatus sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Banjarbaru. Mereka menganggap menyembunyikan anak dari orang tua merupakan jalan terbaik. Mereka mengaku tak ingin orang tua mereka malu telah memiliki cucu dari hubungan terlarang.
Kepada Radar Banjarmasin,  BT mahasiswa yang berasal dari Buntok, Kalteng ini mengatakan pamit kepada orang tuanya untuk menuntut ilmu di Kota Pelajar, Banjarbaru. “Kalau libur panjang saya pulang kampung seperti mahasiswa lainnya, pacar saya juga. Dan anak, kami tinggal di rumah teman,” kata pria berbadan gempal ini.
Ia menuturkan, anaknya lebih sering berada di rumah temannya dan diasuh oleh orang tua temannya tersebut. Dirinya sendiri masih belum memiliki nafkah untuk keperluan anaknya. Ia dan kekasihnya hanya mengandalkan uang bulanan dari orang tua mereka. “Anak kami bahkan sudah tidak terlalu akrab dengan kami, karena lebih sering berada di rumah teman,” ujarnya.
BT mengaku tak memiliki keberanian berterus terang kepada kedua orang tuanya, bahwa ia telah memiliki anak dari hubungan terlarang. “Saya takut mereka marah, dan malu. Sebenarnya ada rasa menyesal, tapi ini sudah terlanjur,” ungkap BT.
Hal senada diungkapkan oleh TS, mahasiswi asal Tanjung tersebut mengaku takut dibunuh orang tuanya. “Orang tua saya pemarah, saya takut bilang. Kalau pulang kampung, orang tua selalu berbicara tentang jodoh. Padahal di sini saya sudah punya anak,” katanya.
Ia tak tahu harus sampai kapan menutupi hubungan mereka, dari orang tua. “Saya menyesal, seharusnya kami dulu dapat menjaga pergaulan. Kalau sudah seperti ini sangat susah,” ujarnya.
TS menceritakan, sejak dirinya dinyatakan hamil pada tahun 2011 kehidupannya  berubah menjadi sulit. Ia harus menahan tidak pulang kampung selama satu tahun lebih, demi menutupi kehamilannya dari keluarga dan orang di kampung. “Bahkan keluarga mau ke Banjarbaru saya tolak, dengan berbagai alasan,” katanya.
Hingga kini ia mengaku menyesal, jika saja waktu dapat diputar ia ingin benar-benar serius menuntut ilmu dan lulus membanggakan orang tua. “Tapi sayang waktu tak akan kembali, kuliah kamipun terbengkalai. Orangtua selalu bertanya kapan kami lulus? dan kami hanya bisa memberikan janji,” pungkasnya.(ris/by/ran/prokal.co)

Click to comment
To Top