Astaga! Istri Meninggal, Malik Tega Cabuli Putrinya Selama Tiga Tahun – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Astaga! Istri Meninggal, Malik Tega Cabuli Putrinya Selama Tiga Tahun

FAJAR.CO.ID, BENGKONG – Pikiran apa yang ada dalam benak Abdul Malik (46). Sejak istrinya meninggal empat tahun lalu, dia tega mencabuli anak kandungnya hingga berkali-kali. Bahkan perbuatannya itu dilakukan sejak tiga tahun terakhir.

Selama melancarkan aksinya, ayah enam orang anak selalu mengancam akan memukuli anak kandungnya yang berinisial SH jika tidak menolak permintaanya.

Kini perbuatan warga Kecamatan Bengkong Abadi, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) itu sudah berakhir setelah dia dibekuk aparat Polsek Polsek Bengkong, Senin (2/5).

Kapolsek Bengkong, AKP Hendrianto menceritakan, pencabulan Abdul Malik ini terkuak setelah anaknya SH menceritakan apa yang dia alami ke saudaranya.

Lantas tante korban melaporkan perbuatan Abdul Polsek Bengkong pada 27 April lalu.

“Korban sudah tidak tahan dengan kelakuan bapaknya dan menceritakannya kepada keluarga. Lalu dilaporkan ke kita (polisi) sehingga kita lakukan penangkapan,” ujar Hendrianto dilansir Batam Pos, Selasa (3/5/2016).

Hendrianto menambahkan pencabulan yang dilakoni Abdul tersebut sudah tidak dapat dihitung lagi. Diperkirakan telah mencapai puluhan kali. Semua itu dilakukannya  di rumah, Bengkong Abadi. Akibat perbuatannya itu, SH ini terpaksa putus sekolah.

Lebih jauh Kapolsek mengatakan, Abdul tinggal bersama tiga orang anaknya.

“Mereka tinggal di serumah dengan anaknya. Sehingga tidak ada yang mencurigai. Korban selalu diancam untuk tidak menceritakan hal itu (pencabulan, red),” tutur Hendrianto.

Kepada Batam Pos, Abdul mengaku nekat mencabuli anaknya sejak istrinya meninggal pada empat tahun yang lalu.

Dia mengaku tergiur dengan kecantikan dan lekuk tubuh SH.  “Saya lakukan sejak istri meninggal. Saya gak tahan,” tutur ayah enam anak itu.

Dengan mendapatkan kenikmatan dari darah daging sendiri, malah Abdul memilih tidak mau menikah lagi. “Gak pengen nikah,” tutupnya.

Atas perbuatannya Abdul dijerat pasal 82 ayat 2 UU No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

(opi/iil/JPG)

loading...
Click to comment
To Top