Polisi Keluarkan Tembakan Setelah Tangkap Pembunuhan Dosen di Toilet – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Polisi Keluarkan Tembakan Setelah Tangkap Pembunuhan Dosen di Toilet

FAJAR.CO.ID, MEDAN – Usai membunuh dosennya, Roy Mando Sah Siregar yang merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, langsung sembunyi di toilet lantai I gedung Fakultas Ekonomi.

Upaya polisi untuk mengamankan pembunuh dosen UMSU Dra Hj Nuraini Lubis (63) itu  tidak berlangsung lancar. Ratusan Mahasiswa menghalangi Polisi mengambil pelaku. Oleh karena itu, terjadi ketegangan dan adu mulut antara mahasiwa dan polisi, sehingga polisi memilih mundur.

Namun sekitar 1 jam kemudian, sejumlah polisi bersepeda motor jenis trail, datang ke gedung Fakultas Ekonomi UMSU. Namun, kedatangan itu membuat situasi semakin memanas. Saling dorong bahkan baku hamtam pun, tak terhindarkan.

“Keluar kalian, keluar sana. Biar tenang situasinya. Ini sudah ranah hukum, ” ujar Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Aldi Subartono kepada mahasiswa yang menghadang.

Kemudian, tak lama berselang, Kapolresta Medan, Komisaris Besar Mardiaz Kusin Dwihananto turun langsung dan berusaha mengevakuasi pelaku Roymando Sah Siregar. Namun, saat Mardiaz masuk ke Fakultas Ekonomi suasana semakin ricuh.

Ratusan mahasiswa UMSU berteriak meminta polisi meninggalkan kampus karena dianggap sudah menyalahi aturan karena masuk ke kampus. Meski mahasiswa berteriak, Mardiaz bersikukuh akan memboyong pelaku.

Namun hal itu dihalangi ratusan mahasiswa hingga akhirnya Mardiaz berulang kali memuntahkan pelurunya ke udara.

Saat Mardiaz keluar dari gedung Fakultas Ekonomi UMSU, ia dilempari botol air mineral serta kayu-kayu bekas. Ia pun berusaha menghindar. Situasi kian memanas sehingga puluhan personel Satuan Sabhara Polresta Medan lalu menembakkan gas air mata ke dalam kampus.

Akibatnya, banyak mahasiswa hingga wartawan yang meliput di lokasi itu berlarian karena tak tahan terkena gas air mata. Namun mahasiswa tak tinggal diam. Mereka membalas dengan pelempari petugas polisi.

Karena polisi menembakkan gas air mata, ratusan mahasiswa melakukan perlawanan. Mereka kemudian melempari petugas dengan benda-benda yang ada di sekitarnya.

Meski Polisi mulai bersikap tegas, namun mahasiswa tidak mundur. Bahkan para mahasiswa itu semakin berani. Terlebih, mereka membakar semangat mahasiwa lainnya, sehingga bentrok kembali pecah. Akibatnya, sejumlah fasilitas di gedung Fakultas Ekonomi, di antaranya kaca pada Majalah Dinding (Mading) pecah dan melukai beberapa orang. (ain/ris/sam/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top