Buat Ahok! Jangan Injak-Injak Martabat Rakyat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Buat Ahok! Jangan Injak-Injak Martabat Rakyat

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Gaya kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang arogan serta semena-mena dalam mengambil kebijakan tanpa memperdulikan rakyat kecil, telah mengenyampingkan nilai-nilai demokrasi serta pancasila. Padahal demokrasi dan pancasila merupakan landasan serta pedoman hidup di Indonesia.

Begitu dikatakan Ketua Umum Badan Relawan Nusantara, Edysa Girsang dalam surat elektronik yang yang dikutip Rakyat Merdeka Online, Selasa (3/5).

Menurutnya, sejak menduduki posisi gubernur, sejumlah kasus yang merugikan masyarakat, utamanya menengah ke bawah kerap terjadi. Misalnya, penggusuran yang dilakukan tanpa sosialisasi.

“Banyak kasus-kasus penggusuran hampir diseluruh wilayah ibukota tanpa pendekatan yang humanis pada masyarakat yang akan digusur atau relokasi. Ahok selalu mengambil langkah kekerasan dengan melibatkan aparat kepolisian bahkan TNI guna menertibkan masyarakat,” terang Edysa.

Dia tegaskan, tindakan yang dilakukan Ahok sama sekali tidak mencerminkan sosok pemimpin yang mampu menyelesaikan persoalan dengan etika dan manusiawi.

“Tidak salah jika gerakan-gerakan sosial dari berbagai elemen masyarakat antiAhok bermunculan secara massif. Aksi demontrasi dari Jakarta Utara menuju Balaikota Jakarta merupakan bentuk amarah warga yang memuncak karena merasa hak-haknya sebagai warga negara telah dirampas dengan semena-mena,”sambungnya.

Sebagai sosok seorang pemimpin di ibukota, Ahok seharusnya mampu merangkul warganya dengan pendekatan muswarah dan mufakat. Sayangnya, sikap seorang pemimpin seperti itu justru tak dimilikinya.

Badan Relawan Nusantara yang terlibat dalam gerakan rakyat Jakarta Utara ini menilai, gaya memimpin Ahok bisa menjadi momok di Indonesia. Dia merupakan satu-satunya kepala daerah yang dengan jelas dan berani menginjak-injak martabat rakyat.

“Rakyat itu adalah yang dimaksud dalam UUD 1945 untuk dilindungi, dipelihara, diajak maju hingga sejahtera, bukan untuk disakiti hatinya, diinjak-injak martabatnya, dan ditindas yang mengatasnamakan pembangunan demi kepentingan kaum pengusaha besar-pemodal,” demikian pria yang biasa disapa Eq ini. (rmo/dil/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top