Justice Crew Ajak Warga Sydney ke Bali Bali Baru  – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Budaya & Pariwisata

Justice Crew Ajak Warga Sydney ke Bali Bali Baru 

banner-team-new

FAJAR.CO.ID, SYDNEY – Pernah mendengar nama Justice Crew? Grup dance dan vokal asal Sydney yang terdiri dari tujuh personel? Pemenang Australia’s Got Talent 2010? Boy band yang pernah menjadi artis pendukung dalam Chris Brown’s Australian Tour serta Janet Jackson’s Australian Tour 2011?

Nah, inilah boy band yang sempat bikin heboh Wonderful Indonesia Festival and Travel Mart 2016 di Tumbalong Green, Darling Harbour, Sydney, 29-30 April lalu. Di hadapan sekitar 20 ribu warga Sydney, Justice Crew juga tak ragu mempromosikan Wonderful Indonesia dan mengundang warga Australia untuk terbang berwisata ke “Bali-Bali Baru”.

Boy band yang terdiri dari Emmanuel Rodriguez, Samson Cosray Smith, Solo Tohi, Paul Eric Merciadez, Lukas Wildrok, Len John, dan John Len Ruela Pearce itu memang tampil atraktif.  Sejumlah hits andalan seperti Friday to Sunday, Come Closer, And Then We Dance, Friday to Sunday, Dance with Me dan Boom Boom sukses membuat puluhan ribu pengunjung Tumbalong Green, Darling Harbour, Sydney, histeris.

Hal yang sangat wajar, mengingat single Then We Dance berhasil meraih sertifikat platinum. Selain itu, video And Then We Dance juga berhasil meraih 1 juta download di iTunes pada Desember 2010. Di Australia, mereka sangat populer, terutama di kalangan anak mudanya. “Ini benar-benar luar biasa. Crowdnya sangat ramai dan asyik. Kami berterimakasih kepada Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang telah mengundang kami untuk tampil di rumah sendiri,” terang salah seorang punggawa Justice Crew, Len John.

Bagi Len John, strategi Kemenpar untuk menggandeng Justice Crew sangat cerdas. Apalagi, misi yang dibawa adalah memasarkan pariwisata di Indonesia. “Anak-anak muda Australia sangat senang berwisata. Jadi ini sangat pas karena dalam Wonderful Indonesia Festival ada sosialisasi bebas visa. Orang Australia jadi tak perlu repot lagi untuk berwisata ke surga dunia,” tambah Len John.

Tak sulit bagi Justice Crew untuk mendeskripsikan keindahan alam Indonesia. Maklum, mereka pernah menggelar konser di Indonesia Kids’ Choice Awards 2012. Selain itu, Justice Crew juga pernah menyambangi Ubud Monkey Forest, Bali, pada 2014 silam serta Dunia Fantasi, Ancol. “Kuliner Indonesia sangat lezat. Saya sangat suka Nasi Padang. Gulainya enak, sambalnya gurih. Itu makanan favorit saya saat berkunjung ke Indonesia,” terang Emmanuel ‘E-man’ Rodriguez.

Soal wisata, Rodriguez mengaku happy saat menjelajah di Dunia Fantasi, Ancol.  Showcase di Wahana Ramashinta Dufan, Ancol, menurutnya, sangat unik. Khas Indonesia dan tidak bisa dijumpai di wahana permainan lain di negara lainnya.

“Dan yang paling  berkesan adalah saat mengunjungi  Ubud. Banyak aktivitas menarik yang bisa dilakukan di sana. Mulai dari jalan kaki menyusuri pematang sawah, bersepeda menjelajahi desa-desa yang hijau, melihat-lihat dan memberi makan monyet-monyet di Monkey Forest, jalan-jalan di sawah, berarung jeram di Sungai Ayung. Benar-benar gila. Saya tak akan percaya bila tak datang sendiri ke Ubud,” timpal Solo Tohi.

Soal Wonderful Indonesia Festival di Sydney, Tohi menilai agendanya berlangsung sukses. Kolaborasi antara seni tradisi, musik popular, artis kedua negara, acara interaktif yang melibatkan blogger top Australia, kuliner, sampai promosi pariwisata dianggap sangat keren. “Saya sangat puas melihat acara ini. Setelah ada kebijakan bebas visa kunjungan, saya yakin akan banyak orang Australia yang berkunjung ke Indonesia. Tinggal tunggu impact-nya saja,” kata Tohi.

Group boys band yang juga pernah manggung di Wonderful Indonesia Festival 2015 di Melbourne Australia itu juga berulang kali menyebut Bebas Visa Kunjungan ke Indonesia. Tidak perlu sulit mengurus Visa, cukup membawa passport dan bisa berlibur 30 hari sambil menemukan lokasi surfing baru.

Menpar Arief Yahya juga menjelaskan bahwa G-Line Banyuwangi itu destinasi surfing atau selancar di atas gunungan ombak itu. Juga di Mentawai Sumbar. Lalu ke Nias, yang juga dikenal sebagai opportunity untuk surfing. “Dulu Bali ditemukan oleh surfer Australia,” paparnya. (*) 

loading...
Click to comment
To Top