Kisah Rinaldi: Abu Sayyaf Bersikap Ramah, Sesekali Bercanda dengan Kami – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Kisah Rinaldi: Abu Sayyaf Bersikap Ramah, Sesekali Bercanda dengan Kami

WNI Tawanan Abu Sayyaf

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Rinaldi (21) salah satu awak Kapal Brahma 12 yang sempat disandera kelompok militan Abu Sayyaf menceritakan perjalanannya selama 35 hari menjadi sandera di Filipina, Jumat (25/3/2016) lalu.

Rinaldi mengisahkan, pada saat penyergapan, 8 orang dengan memakai cadar naik ke kapal Brahma 12 dan menyergap awak kapal. Selang beberapa jam menguasai kapal, para sandera akhirnya dibawa ke bibir pantai.

Berapa terkejutnya kelompok militan Abu Sayyaf saat mengetahui bahwa yang disandera adalah warga negara Indonesia. Sebab disangkanya, awak kapal Brahma 12 adalah warga negara Malaysia, sebab di kapal Brahma 12 berkibar bendera negara Malaysia.

Sejak mengetahui bahwa para sandera Kapak Brahma 12 adalah warga Indonesia, Kelompok militan Abu Sayyaf bersikap ramah. Namun demikian, kelompok militan Abu Sayyaf tidak pernah melepas cadar dan senjata yang melekat di tangannya selama dalam penyergapan.

Rinaldi menyebutkan, sasaran sandera kelompok militan Abu Sayyaf adalah warga kulit putih dan dan warga negara Malaysia. Namun kali ini, kelompok militan Abu Sayyaf salah sasaran.

“Mereka (kelompok militan Abu Sayyaf) segan kepada warga Indonesia, apalagi sepengetahuan mereka negara Indonesia tidak pernah membantu Filipina memerangi kelompoknya,” kata Rinaldi saat ditemui di Jalan Tinimbu, Lorong 132j Kelurahan Layang, Kecamatan Bontoala Makassar, Selasa (3/5/3016) malam tadi.

Rinaldi mengaku, tidak pernah mendapat perlakuan kasar dari kelompok militan Abu Sayyaf selama dalam penyanderaan. Ia pun mengaku sering berpindah-pindah lokasi dengan berjalan kaki di dalam hutan belantara bersama kelompok militan Abu Sayyaf. Hal ini dilakukan untuk menghindari operasi militer tentara Filipina.

Terkait persoalan makanan, Rinaldi mengatakan, kelompok militan Abu Sayyaf memberikan makanan seperti yang mereka makan. Bahkan kelompok militan Abu Sayyaf memberikan waktu kepada para sandera beribadah.

Selain itu, lanjut Rinaldi, kelompok militan Abu Sayyaf terkadang ikut mengobrol dan sesekali bercanda dengan para sandera dengan menggunakan Bahasa Melayu, tapi itu pun sangat terbatas.

Kelompok militan Abu Sayyaf menggunakan bahasa Melayu dan Bahasa Inggris dalam berkomunikasi.

Rinaldi mengatakan, sandera dibagi menjadi dua kelompok. Rinaldi tergabung dalam kelompok yang beranggotakan 7 orang. Sementara tiga orang lainnya termasuk kapten Kapal Brahma 12  terpisah

“Biasa makan sekali sehari. Makannya juga bisa cuma nasi sama mangga,” tutur Rinaldi.

Rinaldi menambahkan, selama menjadi sandera, dia bersama temannya tidur hanya beralaskan daun pisang di hutan. (pjk1/fajar)

loading...
Click to comment
To Top