Astaga! Ayah Bejat, Tega Hamilin Anak Kandung Sendiri – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Astaga! Ayah Bejat, Tega Hamilin Anak Kandung Sendiri

cabull

FAJAR.CO.ID, Entah setan apa yang telah merasuki pikiran HM (42), Anak kandung sendiri bukannya dijaga dan dilindungi, malah tega dicabuli hingga hamil tujuh bulan. 

Tak terima dibegituin, Bunga (nama samaran), yang baru duduk di bangku SMA ini, terpaksa melaporkan perbuatan bejat ayahnya ke Kepolisian Daerah Kalimantan Barat.

“Pelaku diamankan berdasarkan laporan polisi LP/1340/V/2016/Kalbar/Resta PTK Kota/Sek. Ambawang, tanggal 1 Mei 2016,” ujar PJs Kabid Humas Polda Kalbar Badarudin, kemarin.

Dari hasil keterangan korban, kata Badarudin, pelaku yang tak lain adalah ayah kandungnya itu melakukan pemerkosaan pertama kali sekitar tanggal 7 Agustus 2015 sekira pukul 24.00.

Pelaku membangunkan korban dengan cara menepuk, menampar, menarik rambut korban dan membenturkannya ke dinding. Saat itu pelaku mengancam: “Awas kalau kau teriak. Nanti aku pukul kau. Jangan kau bilang sama mama kau ya. Nanti aku pukul kau.”

Selanjutnya pelaku memerkosa korban. “Berdasarkan keterangan perbuatan ini dilakukan lebih dari 30 kali. Bahkan setiap bulan 3 sampai 4 kali. Saat ini korban hamil tujuh bulan,” kata Badarudin.

Saat ini tindakan yang dilakukan diantarnya memeriksa korban, melakukan visum, memeriksa saksi, memeriksa pelaku dan mengumpulkan barang bukti dan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dipersangkakan pasal 285 dan atau pasal 286 KUHP dan Undang Undang tentang Perlindungan Anak.

Ketua Pokja Data dan Informasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah Kalbar Alik R Rasyad mengatakan, kasus kekerasan terhadap anak terutama kejahatan seksual setiap tahun angkanya cenderung meningkat.

Hal ini, kata dia, tentu harus menjadi perhatian pemerintah, masyarakat, dan keluarga.  “Selain aspek oidana, upaya preventif harus menjadi program utama,” kata Alik.

Dia juga menyinggung, dalam hal hukuman terhadap pelaku kejahatan seksual, seharusnya maksimal harus diberikan tambahan dengan sanksi sosial serta wacana hukuman kebiri.

“Ini langkah terakhir harus pula didukung dengan aturan yang menunjang,” jelasnya Alik.(arf/yuz/JPG/fajar)

loading...
Click to comment
To Top