Ayah Sadis Pembunuh Anak Kandung Itu Ternyata Punya Kelainan Jiwa – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Ayah Sadis Pembunuh Anak Kandung Itu Ternyata Punya Kelainan Jiwa

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Tindakan Jamaluddin (36), warga Jalan Kapasa Baru, Kampung Bulu-bulu, Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea memang terbilang sadis. Buruh bangunan ini tega membunuh anak kandungnya sendiri dengan cara sadis yakni memukulkan tabung gas 3 kilogram ke kepala anaknya hingga pecah.

Selidik punya selidik, ternyata tersangka Jamaluddin punya catatan medis yang tidak baik. Ia pernah dua kali dirawat di rumah sakit jiwa. penyakitnya diperkirakan kambuh sehingga tega menghabisi anak kandungnya sendiri tersebut dengan sangat sadis.

“Ini (mungkin) karena sakit jiwanya,” katanya Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPPA) Kota Makassar Andi Tenri A Palallo sebagimana dilansir dari Fajar (Grup Jawa Pos), Kamis (5/5).

Sementara psikolog dari Uiversitas Negeri Makassar, Asniar Khumas mengemukakan, pembunuhan anak kandung yang dilakukan orang tuanya, biasa terjadi karena banyak hal. Mulai dari faktor usia hingga hal-hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Bahkan juga terjadi karena tekanan hidup semakin berat. “Kenapa umur, karena itu sangat berpengaruh kepada perilaku,” jelasnya.

Kebanyakan peristiwa seperti ini terjadi, karena orang tersebut memiliki pikiran yang telah berada di luar kesadarannya. Itulah yang tidak bisa dikontrolnya sehingga terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Orang tua harus sadar penuh pada saat ketemu anak. Dalam kondisi apapun itu, orang tua harus bisa menahan emosi,” terangnya.

Meski anak, kata dia, sering membuat jengkel yang membuat emosi orang tua, tidak ada alasan untuk tidak menahan emosinya. Caranya adalah kesadaran diri dan titik lemahnya di situ.

Ia juga mengharapkan, salah satu cara agar mampu menekan terjadi seperti ini adalah memperkuat di sisi religius. Dia mengatakan, seseorang yang semakin jauh dari religius maka tingkat emosi tidak bisa terkontrol.

“Begitupun dengan sebaliknya. Jika kita dekat dengan agama, maka mudah mengontol atau mencari solusi suatu masalah dengan lebih tenang,” tambahnya.  (taq/asw/sad/JPG)

Click to comment
To Top