MIRIS: Ditinggal Orang Tua, Dua Boca Ini Hanya Makan Pisang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

MIRIS: Ditinggal Orang Tua, Dua Boca Ini Hanya Makan Pisang

FAJAR.CO.ID, MAMUJU – Nasib malang dialami Tiara Lestari (10) dan adiknya Citra (8). Keduanya ditinggalkan begitu saja dan ditelantarkan oleh orang tua mereka sejak dua bulan lalu.

Beberapa warga yang identitasnya enggan disebutkan mengungkapkan, awalnya mereka mengira bocah itu hanya ditinggal sebentar saja. Tapi hingga dua bulan terakhir, kedua orangtuanya tidak kunjung pulang. Setelah memberi pertolongan, warga pun melapor ke polisi

Selama dua bulan ini, Tiara dan Citra hanya makan pisang. Kondisinya sangat lemah dan demam tinggi. Keduanya lantas dibawa ke RSUD Polman.

Dari rumah sakit itu, Satreskrim Polres Polman Unit Perlindungan Perempuan dan Anak langsung memindahkan kedua bocah itu ke Rumah Trauma Center milik Dinas Sosial Polman yang terletak di Kelurahan Pekkabata. Tindakan ini setelah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Polman. Disinilah akhirnya Tiara dan Citra mendapat perawatan pemulihan psikis.

Hingga saat ini polisi terus melacak keberadaan orang tua Tiara dan Citra. Info awal dari warga menyebutkan bahwa ayah kedua bocah ini berprofesi sebagai supir angkutan umum antar provinsi. Sementara ibu mereka keberadaannya tidak diketahui, karena sudah bercerai.

Kasat Reskrim Polres Polman AKP. Jeifson Sitorus, mengaku, cukup prihatin melihat kondisi kedua bocah yang ditinggalkan kedua orang tuanya tersebut. Ia pun bekerja keras untuk menemukan ayah mereka.

“Sementara kedua bocah ini di pindahkan ke rumah trauma center untuk memulihkan kondisi psikisnya. Kami juga terus berupaya untuk mencari keberadaan ayah mereka dan menghimbaunya agar segera kembali ke rumah untuk merawat anak-anaknya,” tutur Jeifson, Jumat (06/05/2016).

Kepala Kelurahan Polewali, Stefanus BM, pun mengaku prihatin dengan kejadian yang menimpa dua bocah tersebut. Dia juga telah memerintahkan jajarannya, termasuk kepala lingkungan, untuk melakukan pendataan terkait adanya dugaan penelantaran anak yang terjadi di wilayahnya.

“Kami turut prihatin dengan apa yang menimpa kedua bocah yang merupakan warga kami tersebut. Pihak kelurahan akan melakukan pendampingan, termasuk akan memberikan bantuan beras miskin serta akan rutin memantau kondisi kedua anak tersebut,” tutur Stefanus.

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa ayah bocah meninggalkan Polman karena desakan ekonomi. Bapak tidak bertanggungjawab yang identitasnya belum bisa dimediakan ini telah bekerja di Palopo, Sulsel. Tiara dan Citra, dititipkan kepada kedua tantenya yang tinggal tidak jauh dari rumahnya. Namun bukannya dirawat, kedua bocah itu justru menderita. (pjksulsel/fajar)

To Top