PPP Kubu Rommy Gerah dengan Sikap Djan Faridz – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Politik

PPP Kubu Rommy Gerah dengan Sikap Djan Faridz

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani gerah dengan sikap kubu Djan Faridz yang masih mempersoalkan pengesahan Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) atas kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dipimpin Romahurmuziy.

Arsul menegaskan, pernyataan kubu Djan Faridz yang menuding kepengurusan Romi melawan hukum karena tak mengindahkan putusan Mahkamah Agung (MA) merupakan penyesatan informasi publik.

Pasalnya, putusan Mahkamah Agung (MA) tersebut dinilai Arsul merupakan perkara perdata yang dikabulkan gugatannya atas nama Anggota PPP Majid Kamil sebagai penggugat intervensi. Sehingga tak semerta-merta Djan Faridz lah yang memenangkan legalitas.

“Jadi bukan Djan Faridz yang dimenangkan oleh Putusan MA itu,” ujar Arsul di Jakarta, Jumat (6/5).

Sebagaimana diketahui, pihak Djan Faridz bersikukuh untuk mengadukan persoalan partai itu ke PBB dan ranah hukum. Lebih lanjut Arsul menambahkan, Djan dalam perkara gugatan kala itu menjadi pihak yang dalil-dalil jawabannya ditolak oleh pengadilan.

Sedangkan Majid Kamil sendiri meski menang dalam putusan MA namun sebagai penggugat intervensi yang dikabulkan sudah berdamai dan ikut Muktamar VIII, serta menerima semua keputusannya.

Sebagai pihak pemenang yang berhak mengajukan eksekusi putusan, Majid Kamil sendiri tidak pernah mengajukan permohonan eksekusi baik kepadap Pengadilan, Menkumham, apalagi PBB. “Bahkan ia masuk menjadi salah satu ketua dalam kepengurusan PPP,” ungkapnya.

Dengan begitu, soal putusan MA ditegaskan Arsul tidak ada lagi daya paksanya secara hukum.

Terlebih setelah 48 orang pengurus inti dari kubu Djan Faridz bergabung dalam Muktamar VIII dan menjadi pengurus hasil Muktamar yang disahkan Menkumham seperti menjadi Wakil Ketua Umum, Bendahara Umum dan Ketua DPP berasal dari kubu Djan Faridz.

“Jadi bagaimana Djan tetap mengklaim kepengurusannya sah, wong faktualnnya 48 orangnya sudah ikut islah di Muktamar,” tegasnya.

Dia pun berharap agar Djan lebih baik bergabung dengan kepengurusan hasil Muktamar VIII yang dipimpin oleh Romy. Menurutnya pintu islah untuk Djan tetap dibuka. Anggota Komisi IIi DPR itu juga berharap Djan tidak terpengaruh dengan orang-orang yang baru masuk partai Kakbah sehingga tidak tahu konsep PPP dan akhirnya menyesatkannya. (dna/JPG)

loading...
Click to comment
To Top