Tembakan Meriam KRI Bung Tomo, Hancurkan Sasaran di Perairan Libanon – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Tembakan Meriam KRI Bung Tomo, Hancurkan Sasaran di Perairan Libanon

Pasukan dari KRI Bung Tomo-357. Foto: pojokpitu

FAJAR.CO.ID- Suasana Helly Deck, Pusat Informasi Tempur dan Anjungan KRI Bung Tomo-357 yang tadinya hening tiba-tiba meriah di zona Barbara 3 di sebelah Barat Area of Maritime Operations (AMO) Lebanon, Rabu malam lalu.

Ini karena dentuman meriam 76 mm Otomelara Super Rapid Gun yang bertubi-tubi diteruskan hentakan meriam 30 mm Browning yang dikendalikan secara terpusat dari Combat Information Center (CIC).

Akurasi tembakan yang dikendalikan secara computerized tersebut dalam waktu sekejap, berhasil menenggelamkan sasaran. Namun, itu bukan perang sesungguhnya.  Situasi seperti itulah, yang terjadi saat KRI Bung Tomo-357 melaksanakan latihan kerjasama taktis dengan Helly NV-414 sebagai Target Reporting Unit dalam aksi peperangan permukaan

Zig zag manuver menghindari tembakan lawan dan melakukan serangan balik secara massive menggunakan seluruh meriam anti permukaan kapal untuk melumpuhkan musuh. Taktik tempur tersebut dinamakan Zig zag Manouver Rapid Fire (ZMRF).

“Latihan ini sangat penting dilaksanakan, selain untuk menguji profesionalisme prajurit dan kesiapan teknis platform serta system senjata juga dihadapkan status KRI Bung Tomo 357 yang sedang mengemban misi perdamaian di Lebanon tidak menutup kemungkinan menghadapi peningkatan eskalasi ancaman,” ujar  Kolonel Laut (P) Yayan Sofiyan, Kolonel Laut Yayan Sofian

Ia menambahkan, KRI Bung Tomo-357 sebagai kekuatan pemukul (Striking Force) Armada RI harus memiliki sifat aggresive, agile, deadly dengan memanfaatkan kemampuan teknis dan taktis kesenjataan modern. Ini juga harus diawaki prajurit-prajurit profesional.

Yayan juga menjelaskan bila kegiatan tersebut adalah upaya kaderisasi bagi Perwira, Bintara dan Tamtama mengantisipasi dinamika penugasan. Latihan ini pun mendapat apresiasi dari Laksamana TNI Ade Supandi, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal). Pimpinan tertinggi TNI AL tersebut mengatakan latihan ini sangat berarti untuk membakar semangat seluruh prajurit di medan operasi yang sudah tujuh bulan melaksanakan misi perdamaian di Lebanon.

“Well done . .  Pertahankan kondisi Teknis,” seru Ade, yang langsung disambut teriakan semangat  ” Garuda  . . Garuda . .  Garuda . .” dari  prajurit TNI AL.(end/flo/jpnn)

To Top