Walaupun Seribu Prestasi di Kantor, Tapi Kalau Tidak Shalat Apa Gunanya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Samudera Ilmu

Walaupun Seribu Prestasi di Kantor, Tapi Kalau Tidak Shalat Apa Gunanya

foto: ummi-online.com

SHALAT adalah tiang agama. Pembeda antara mukmin dan kafir. Parameter utama mengukur akhlak adalah shalat. Dan di Yaumil Mahsyar, amalan yang pertama di hisab adalah shalat. Baik shalatmu, maka baik pula seluruh amalanmu.

Meskipun kita membangun miliaran masjid di muka bumi, tapi tak ada gunanya jika kita sendiri tidak shalat.

Kita begitu gigih meraih prestasi di kantor. Tempat di mana kita mencari penghidupan, menghidupi anak istri.

Mungkin kita mampu meraih prestasi yang tidak diraih oleh rekan kerja. Ini adalah anugerah dari Allah. Bukan dari ilmu yang kita miliki. Karena sesungguhnya ilmu yang baik berasal dari Allah.

Namun semua prestasi itu akan menjadi sia-sia. Apabila kita tidak mengerjakan shalat. Di kantor kita dipuja-puji karena hasil kerja yang maksimal, tapi di mata Allah kita hina dina.

Ingatlah, bahwa Iblis, hanya satu kali melanggar perintah Allah. Dia tidak mau bersujud ketika diperintahkan oleh Allah untuk bersujud kepada Adam.

Sujud kepada Adam bukan berarti menyembah Adam, tapi sebagai wujud pengagungan kepada ciptaan dan tanda-tanda kekuasaan Allah.

Yang membuat Allah murka adalah Iblis melawan perintah-Nya. Ini adalah intinya. Dan Iblis hanya satu kali melawan perintah Allah, dan sebelumnya ia Iblis selalu patuh, maka bagaimana dengan kita yang telah melawan perintah Allah setiap datang waktu sahalat?

Pekerjaan kita utamakan, maka bagaimana mungkin Allah tidak kita utamakan. Begitu gigih kita mengejar ambisi sesaat, untuk meraih prestasi yang kemudian akan lenyap, tapi kita lalai meraih prestasi di hadapan Allah.

Kita tetap bekerja, untuk menafkahi keluarga. Tapi jangan lupa dengan Allah. Karena menyembah Allah adalah tujuan kita diciptakan. Dan bentuk penyembahan yang sempurna adalah Sahalat. (*)

To Top