Astaga! Rombongan Pengantin Tenggelam Disapu Ombak. 7 Orang Tewas – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Astaga! Rombongan Pengantin Tenggelam Disapu Ombak. 7 Orang Tewas

pengantin

FAJAR.CO.ID, TANA PASER – Kapal rombongan pengantin tenggelam setelah digulung ombak di perairan Tanjung Harapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis sore (5/4/). Akibatnya, 7 keluarga pengantin tewas.

Tragedi tersebut membuat suasana bahagia berubah duka. Sedianya, Sri Mulyadi, Warga Desa Damit Kecamatan Pasir Belengkong, Kabupaten Paser, Kaltim ini mempersunting gadis pujaan hatinya di Tanjung Harapan pada Jumat pagi (6/5). Namun tragedi tersebut membuat segalanya berubah.

Tragedi itu bermula ketika kapal pengantin yang dinakhodai Randi (29) dibantu tiga anak buah kapal (ABK), yaitu Rasyid (45), Ridwan (26), dan Aldi (24) membawa mempelai pria, Sri Mulyadi dan keluarganya. Namun, di tengah perjalanan menuju Tanjung Harapan, kapal tenggelam karena diterjang ombak besar.

Kapolres Paser AKBP Christian Tory mengungkapkan, tiga dari tujuh korban yang dipastikan tewas bernama Kalsum, Mardiana, dan Hafsah yang disebutkan tengah hamil.

Sementara 47 penumpang lain termasuk mempelai laki-laki berhasil selamat dan dievakuasi di Puskesmas Desa Selengot dan Puskesmas Desa Tanjung Harapan.

“Korban selamat sebanyak 47 orang. Dievakuasi di Desa Tanjung Aru sebanyak 17 orang korban, dan berhasil diselamatkan di Desa Selengot 16 orang. Kemungkinan hingga sekarang masih ada korban yang terjebak bersama tenggelamnya kapal,” beber Tory yang berada di Pelabuhan Lori menunggu proses evakuasi.

Diduga, kapal tersebut tenggelam karena kelebihan muatan. Selain barang yang dibawa rombongan pengantin cukup banyak, ombak perairan Tanjung Aru mulai meninggi sore kemarin. Kondisi itu ditengarai jadi faktor utama penyebab kapal tenggelam.

Tory menyebutkan, tiga korban meninggal masih dievakuasi di Puskesmas Tanjung Harapan malam tadi sebelum diseberangkan ke Desa Lori untuk dibawa ke rumah duka.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser Chandra Irwanadi mengungkapkan, setelah mendapat laporan adanya kecelakaan, pihaknya langsung mengirimkan anggota untuk melakukan proses evakuasi.

“Kejadian sekitar pukul 16.00 Wita. Namun, informasi sampai ke BPBD sekitar pukul 18.00 Wita dan langsung ditindaklanjuti,” ujarnya.

Dari data yang didapat BPBD Paser, kapal diisi sekitar 43 orang. Penjemput dari keluarga mempelai istri sebanyak 10 orang sementara dari keluarga mempelai laki-laki sebanyak 33 orang dan 13 di antaranya masih belum pulih serta mendapat perawatan tenaga medis.

Kepala Desa Damit Ali Maulana mengatakan, pihaknya langsung ke Desa Lori untuk menunggu proses evakuasi.

“Kami langsung ke Lori, menunggu evakuasi karena memang sebagian korban adalah warga kami. Kami sudah menyiapkan beberapa ambulans, untuk evakuasi ke rumah duka. Kemungkinan besok pagi karena pandangan sudah sangat terbatas,” tuntasnya. (nan/one/prokal)

loading...
Click to comment
To Top