Bidadari vs Wanita Solehah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Samudera Ilmu

Bidadari vs Wanita Solehah

Foto: australiaplus.com

Gadis-gadis surga
Cantik anggun di balik sutra
Begitulah kalam Ilahi
Mengabarkan pada kami

***

Bidadari-bidadari jelita
Binar wajahnya melampaui seribu pelita
Demikian risalah samawi
Menggambarkan penghuni surgawi

***

Duhai
Putri-putri surga
Ayu-kemayu bak sepoi meniup selendang sutra
Ia juita nian, lagi pingitan
Tak terjamah bahkan oleh setan
Begitulah kata dustur Ilahi

***

Luhur adabnya, seakan hampir tak sejajarkan

***

Namun, segala cahaya keindahan yang mereka miliki, kelak hanya bagai sinar sebatang lilin di bawah sinar matahari yang terang.

“Ya RasuluLlah,” demikian kata Ummu Salamah suatu ketika ” manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari bermata jeli?”

“Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat.”Jawab sang Nabi seperti direkam Imam At Thabrani.

“Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?” Tanya salah satu Istri Nabi ini.

Beliau menjawab, “Karena salat, puasa, dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.”

Maka, duhai para lelaki perindu syurga. Berlaku lembutlah pada pendampingmu. Bimbinglah ia dalam kasih dan sayang. Kerana sungguh dia penyejuk mata, teman rihlah dalam meniti dunia. Pun penyejuk mata pendamping syurga.

“Ya Rasulullah,” Demikian Ummu Salamah masih meminta keterangan, “salah seorang wanita diantara kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan merekapun masuk surga. Siapakah diantara laki-laki itu yang menjadi suaminya di surga?”

Beliau menjawab,” Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu dia pun memilih siapa diantara mereka yang paling baik akhlaknya. Lalu dia berkata, “Rabbi, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya ….”

Duhai, kesatria-kesatria pemanah rembulan. Duhai jiwa-jiwa pemburu bidadari, Duhai ruh-ruh perindu syurga. Dalam genggam tanganmu, ada calon bidadari syurga. Dengan buruk akhlak, jangan biarkan ia lepas dari tangan.

***

Duhai, kandidat bebidadari syurga
Indah dipingit dalam burqa
Bersama hijab
Dirinya penuh beradab

***

Duhai calon putri-putri Firdaus
Kalian seakan telaga Al kautsar penghilang haus
Kalian, wahai penyejuk mata
Lebih cantik dari seribu permata

***

Kalian, hai putri-putri dunia
Biarlah rusak semua manusia
Dengan Alquran, kelak pesonamu tiada tara.
Hatta oleh bidadari yang diperumpamakan bak mutiara

***

Maka di bawah gemerisik sungai susu dan madu, bebuahan yang didekatkan, dan tilam-tilam yang ditinggikan, abadilah jiwa-jiwa yang mencintai karena Allah. Berbahagia mereka dengan kehidupan yang tiada tamatnya. Kekal tak bertandas. Muda selalu dan tiada tuanya.

Ya Rabbana, kurniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan akhirat.

To Top