Astaga! Lihat Jalan Ini, Semua yang Melintas Merinding – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Astaga! Lihat Jalan Ini, Semua yang Melintas Merinding

jalan

FAJAR.CO.ID, AMURANG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Minahasa Selatan (Minsel), Kamis (5/5) lalu, berbuah bencana. Jalan utama yang menghubungkan Amurang – Modoinding amblas sedalam 4 meter dengan lebar 6 meter. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerusakan infrastruktur membuat distribusi hasil pertanian terganggu.

Jalan utama yang menghubungkan Amurang – Modoinding di Sulawesi Utara amblas akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Minahasa Selatan (Minsel), Kamis (5/5). FOTO: Manado Post/JPNN.com

Hujan deras memutus jalan utama di Desa Tompasobaru Satu, tepatnya depan gereja GMIM. Ini akibat gorong-gorong yang berada di bawah jembatan hancur terbawa arus air.

Dampaknya akses ke tiga kecamatan yang menjadi sentra pertanian di Minsel, putus. Yakni, Kecamatan Tompasobaru, Kecamatan Maesaan, dan Kecamatan Modoinding.

“Akibat terputusnya jalan ini, banyak pedagang keliling mengeluh,” kata Kepala Pasar Modoinding Jack Silow seperti dilansir Manado Post (JPNN Group).

Menutnya, bahan-bahan holtikultura yang akan dibawa mengalami hambatan. Misalnya sayur-sayuran. Banyak yang rusak/busuk. Jembatan darurat yang dibuat, tidak bisa dilewati kendaraan dengan muatan besar sehingga harus berputar lewat jalur lain.

“Biaya transportasi bertambah. Karena menuju Minsel dan Manado, harus menempuh jarak lebih jauh. Harus melewati tiga kabupaten/kota. Yakni, Boltim, Kotamobagu, dan Bolmong,” ujarnya.

Sementara itu, Weldy Supit warga setempat, menyebut putusnya jalan diakibatkan drainase yang tersumbat dengan sampah. “Drainase sudah tersumbat dengan sampah, air akhirnya menutupi jalan. Lama kelamaan jalan putus,” katanya.

Sebelum ada jembatan darurat, untuk menuju ke Amurang, warga terpaksa melintas di wilayah Bolmong. Meskipun harus menempuh perjalanan lebih jauh dan memakan waktu lama. “Jika tidak demikian, usaha saya tidak berjalan lancar,” tutur Supit.

Sementara itu, Camat Tompasobaru Henrie Palit membenarkan terputusnya jalan utama. Ia menyebutkan, gorong-gorong yang berusia sekira 100 tahun, tersapu banjir.

Ia mengaku sudah melakukan antisipasi dengan kerja bakti. Warga sementara berusaha membangun jembatan darurat untuk menghubungkan jalan yang terputus, agar bisa dilalui kendaraan. “Instansi terkait sudah diberi instruksi untuk segera memperbaiki,” ujarnya.(JPG/tr-04/gel/fri)

loading...
Click to comment
To Top